Stephen Hawking boikot konferensi di Israel

hawking
Image caption Hawking mengkaitkan keputusannya dengan boikot akademis terhadap Israel.

Ilmuan ternama asal Inggris, Stephen Hawking, membatalkan kehadirannya di sebuah konferensi besar di Israel yang diadakan oleh Presiden Shimon Peres.

Hawking sebelumnya setuju untuk hadir di Konferensi Presiden Israel yang akan diadakan akhir bulan Juni atas undangan Peres.

Sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Komite Inggris untuk Universitas-Universitas Palestina dengan persetujuan Profesor Hawking mengatakan Hawking memutuskan secara independen untuk menghormati boikot akademis terhadap Israel.

Menurut pernyataan itu, keputusannya didasarkan atas pengetahuannya tentang Palestina dan saran dari rekan-rekannya sesama akademisi di wilayah itu.

Panitia konferensi di Israel mengecam keputusan Hawking dan mengatakan bahwa dalam emailnya, sang ahli fisika dengan gamblang menyebut boikot sebagai alasan utama.

Ketua konferensi, Israel Maimon, mengatakan keputusan Hawking "tidak bisa dibenarkan".

"Boikot akademis terhadap Israel dalam pandangan kami sangat keterlaluan dan tidak tepat, terutama untuk seseorang yang semangat kebebasannya terletak pada misi kemanusiaan dan akademis," kata Maimon.

Sejumlah mantan pemimpin dunia di antaranya Bill Clinton, Mikhail Gorbachev dan Tony Blair dilaporkan akan menghadiri konferensi itu.

Berita terkait