Siswa non-Muslim disuruh makan di toilet karena Ramadan

Siswi di Malaysia
Image caption Para siswa diminta untuk tidak makan di kantin selama istirahat siang.

Biro pendidikan partai Kongres India Malaysia India (MIC) mengajukan pengaduan kepada Kementerian Pendidikan karena satu sekolah dasar di dekat Kuala Lumpur memerintahkan siswa non-Muslim makan siang di kamar mandi karena Ramadan.

Kepala biro pendidikan MIC P Punithan mengatakan mereka mengajukan keluhan setelah menerima laporan hari Minggu (22/07).

Punithan mengatakan Kementerian Pendidikan telah mengutus petugas ke sekolah di Sungai Buloh, Selangor, untuk menyelidiki insiden ini.

Foto-foto para siswa siswi tengah beristirahat makan siang ini diterbitkan oleh orang tua salah seorang siswa, Guneswari Kelly, di Facebook.

Kelly mengatakan anak-anak diminta untuk tidak makan siang di kantin yang ditutup.

"Kita tidak bisa hanya melihat foto saja. Namun kami dapat melihat bahwa siswa siswi India ini tampak duduk di ruangan seperti toilet," kata Punithan kepada the Malaysian Insider.

"Bila ini benar, kami ingin agar diambil tindakan terhadap kepala sekolah," tambahnya.

Insiden siswa Cina di Kedah

Mereka diminta untuk pergi ke kamar ganti dan juga toilet selama waktu istirahat.

Para siswa ini diduga diperintahkan makan di kamar mandi karena bulan puasa.

Insiden serupa juga terjadi tahun 2010 di Kedah.

Saat itu kepala Sekolah Menengah Kebangsaan Bukit Selambau menuduh siswa-siswi Cina tidak sensitif terhadap rekan-rekan Muslim karena makan di pekarangan sekolah selama Ramadan.

Kepala sekolah itu memerintahkan siswa-siswi yang bersangkutan "untuk kembali ke Cina" karena tidak menghargai pemeluk agama lain.

Kepala sekolah tersebut kemudian meminta maaf dan Kementerian Pendidikan membentuk gugus tugas untuk menyelidiki insiden itu.

Minggu lalu, Kejaksaan Malaysia menjatuhkan dakwaan pada pasangan yang memasang foto mereka makan daging babi di Facebook saat bulan puasa.

Berita terkait