Mural bertema sosial di Kathmandu

Kathmandu
Image caption Sekitar 60 pelukis dari 20 negara meramaikan Kolor Kathmandu yang dimulai sejak Januari.

Puluhan artis ikut serta dalam aksi melukis mural di ibukota Nepal, Kathmandu, dengan tema masalah-masalah sosial.

Walau menggunakan warna yang semarak namun beberapa sebenarnya bertema gelap, seperti penyelundupan anak.

Salah satu mural, misalnya, menggambarkan anak-anak perempuan yang terpisah dari keluarganya karena banjir di kawasan perbatasan India-Nepal dan kemudian menjadi korban penyelundupan.

Sekitar 60 pelukis berpartisipasi dalam proyek yang diberi nama Kolor Kathmandu yang sudah dimulai sejak Januari dan mencapai puncaknya Kamis 22 Agustus dengan peluncuran buku foto tentang mural-mural tersebut.

Para pelukis yang berasal dari 20 negara menggunakan dinding-dinding gedung milik pemerintah maupun perseorangan dan ada mural yang tingginya mencapai 7,5 meter lebih.

Dihargai warga Nepal

Penggagas poyek, Yuki Poudyal, mengatakan merasa kecewa melihat Khatmandu yang penuh dengan poster yang buruk secara visual ketika pulang dari Amerika Serikat.

"Khatmandu dulu merupakan kota seni dan budaya. Namun setelah saya kembali dari sekolah di Amerika Serikat selama lima tahun, saya melihatnya dibombardir dengan poster-poster dan gambar yang negatif", tuturnya kepada kantor berita AFP.

Dia kemudian mencari sumber dana dan mendapat dukungan Yayasan Prince Claus dari Belanda.

Para pelukis harus mengajukan proposal untuk berpartisipasi dan pengelola lebih dulu meminta izin sebelum menggunakan dinding yang akan dilukis.

"Seni seperti ini terbatas di dunia Barat. Namun kami memperkenalkannya di Kathmandu," tambah Poudyal.

Dia mengatakan bahwa hingga saat ini tak satupun dari 75 mural yang dirusak atau ditimpa dengan gambar lain, yang menurutnya mencerminkan bahwa karya mural juga dihargai warga Nepal.

Berita terkait