Mengamankan USB dari infeksi dengan 'kondom'

USB
Image caption Peretas bisa mencuri data di telepon genggam melalui sambungan USB.

Seorang insinyur Amerika Serikat berhasil membuat 'kondom' USB yang berfungsi melindungi telepon genggam dari virus atau program jahat.

Kondom dibuat untuk mencegah kemungkinan serangan, infeksi virus, atau pembobolan data ketika perangkat bergerak seperti ponsel dihubungkan ke komputer.

Praktek mencolokkan ponsel ke komputer biasa dilakukan pengguna untuk mengisi baterai.

Koran Inggris The Independent memberitakan para peretas antara lain menggunakan kebiasaan pengguna tersebut untuk mencuri data penting yang tersimpan di telepon genggam.

Perguruan tinggi di Amerika, Institut Teknologi Georgia, membuktikan bagaimana charger palsu yang mirip buatan Apple bisa dipakai untuk mengirim dan memasukkan program jahat ke telepon genggam atau tablet buatan Apple.

Mematikan pin data

Modus lain yang dipakai para peretas adalah dengan memanfaatkan terminal pengisian baterai yang banyak tersedia di stasiun kereta dan bandar udara.

Di satu sisi orang-orang bisa menggunakan terminal untuk mengisi baterai, tapi di sisi lain ada risiko infeksi atau ancaman pencurian data.

Infeksi atau penyadapan data dimungkinkan karena ketika telepon genggam dihubungan ke sumber pengisian daya melalui USB, maka telepon secara otomatis berubah ke mode transfer data.

Kondom USB mencegah mode tersebut dengan 'mematikan' pin data, sementara pin yang berfungsi untuk pengisian baterai tetap dihidupkan.

Hasilnya, baterai telepon genggam bisa diisi ulang sementara transfer data tidak dimungkinkan.

Berita terkait