Klinik Asuransi Sampah raih penghargaan di Inggris

dr Gamal Hak atas foto dr Gamal
Image caption Pangeran Charles mengatakan Klinik Asuransi Sampah menyelesaikan dua permasalahan.

Dr Gamal Albinsaid - pendiri Klinik Asuransi Sampah di Malang- meraih penghargaan pertama untuk kategori pemuda Sustainable Living Young Entrepreneurs dari Kerajaan Inggris.

Gamal mendapatkan penghargaan dari Pangeran Charles penghargaan Kehidupan Berkelanjutan Wirausaha Muda dalam jamuan di Istana Buckhingham pada dini hari waktu Indonesia barat Jumat (31/01).

"Pangeran Charles mengatakan program ini (Klinik Asuransi Sampah) menyelesaikan dua masalah pada waktu yang bersamaan (kesehatan dan lingkungan)," kata Gamal kepada BBC Indonesia.

Saat ini anggota sistem pembayaran berobat dengan sampah diterapkan di lima klinik di Malang dengan jumlah anggota sekitar 500 orang.

Anggota Klinik Asuransi Sampah dapat berobat dengan hanya membawa sampah kering yang dapat didaur ulang termasuk botol plastik, kardus dan kertas.

"Dengan karunia ini, saya ingin mereplikasikan klinik asuransi sampah secara besar-besaran di Indonesia dan juga mereplikasi di dunia internasional," kata Gamal.

"Saya juga ingin melakukan penelitian sebagai dasar modifikasi program untuk menjadikan sistem ini sebagai model atau rujukan dari konsep asuransi sampah," tambahnya

'Sekolah Asuransi Sampah'

Penghargaan Unilever Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards ini diselenggarakan dengan kerjasama Universitas Cambridge.

Hak atas foto dr gamal
Image caption Penghargaan dari Pangeran Charles untuk Young Entrepreneurs Awards.

Gamal mengatakan ia juga tengah mempertimbangkan untuk menerapkan sistem ini di bidang lain.

"Saya juga mulai berpikir untuk memasuki bidang-bidang lainnya seperti Sekolah Asuransi Sampah, sehingga masyarakat yang tidak mampu bisa mendapatkan pendidikan dengan membayar melalui sampah," kata Gamal.

Gamal akan mendapatkan hadiah sebesar 50.000 euro dan dukungan dari Cambridge Programme for Sustainability Leadership (CPSL) dan Unilever untuk menjalankan sistem ini dalam beberapa bulan mendatang.

Polly Courtice, direktur CPSL dan ketua bersama panel juri mengatakan "Kekuatan dan dinamisme finalis yang luar biasa ini mendorong dan menginspirasi para juri."

Penghargaan Sustainable Living untuk kategori pemuda ini dijaring dari 510 usulan dari 90 negara.

Enam finalis lain termasuk dari Nepal, Peru dan Nigeria.

Berita terkait