Upaya selamatkan burung bangkai Asia

burung bangkai Hak atas foto a
Image caption Ada tiga jenis burung bangkai Asia Selatan yang terancam punah, yaitu Gyps bengalensis, Gyps indicus, dan Gyps tenuirostris.

Program penyelamatan burung bangkai Asia diharapkan dapat melepas burung-burung dalam konservasi ke alam liar pada 2016 mendatang.

Saving Asia's Vulture from Extiction (SAVE) mengatakan mereka berencana melepas 25 burung ke wilayah "zona aman."

Populasi burung bangkai Asia terancam punah karena penggunaan obat diclofenac pada hewan ternak.

Obat antiinflamasi yang kerap digunakan untuk mengurangi pembengkakan pada hewan terluka atau sakit ini sudah dilarang digunakan karena berdampak pada burung bangkai yang memakan bangkai ternak.

Namun SAVE mengatakan sebagian orang masih menggunakannya secara ilegal kepada ternak.

"Zona aman"

Hak atas foto CBOWDEN RSPB
Image caption Pengembangbiakan burung bangkai dilakukan di tempat konservasi.

Rinkita Gurav dari Bombay Natural History Society -anggota konsorsium SAVE- mengatakan sangat penting untuk "menghentikan penggunaan diclofenac di pasar sepenuhnya."

"Obat versi ternaknya sudah dilarang di India pada 2006, tetapi masalah besarnya adalah obat versi manusianya secara ilegal diberikan untuk ternak," katanya kepada wartawan lingkungan BBC, Mark Kinver.

"Karena itu, obat ini masih belum keluar dari sistem dan masih bisa dijumpai di farmasi dan toko kimia."

Peneliti mengatakan burung bangkai yang memakan ternak itu akan mati karena gagal ginjal dalam beberapa hari atau kehilangan kemampuan untuk berreproduksi.

Agar tidak mengalami kepunahan, SAVE menetapkan sejumlah proiritas, termasuk membangun "zona aman" bagi burung bangkai yang akan dilepas dari pusat konservasi.

Dalam area 100 kilometer di Nepal, Pakistan dan Bangladesh, warga hingga tingkat paling bawah diminta untuk tidak menggunakan diclofenac.

Berita terkait