Toko grosir Primark ekspansi ke AS

primark Hak atas foto AP
Image caption Toko Primark di Oxford Street, London

Toko grosir pakaian jadi berbasis di Inggris, Primark, akan berekspansi ke Boston, AS, tahun depan.

Di Inggris, konsumen Primark biasanya berbelanja dalam jumlah besar. Sudah lazim melihat orang membeli empat atau lima baju atasan yang sama dalam warna berbeda-beda.

Di AS sendiri toko grosir semacam Primark tidak sedikit. Namun menurut wartawan BBC Pia Gadkari, Primark yang memiliki 250 toko di seluruh Eropa, memiliki daya tariknya sendiri.

"Tidak ada satu pun jaringan toko murah yang berhasil meraih kesuksesan seperti Primark," kata pakar ritel Graham Soult. "Primark berhasil mengubah citra dari toko yang membosankan menjadi jaringan toko murah yang trendi."

Jumat Hitam setiap hari

Hak atas foto AP
Image caption Jaringan toko grosir Walmart di AS

Dengan pakaian beraneka warna yang selalu mengikuti musim dan bahkan berubah jauh lebih cepat dari para kompetitornya, konsumen AS akan menemukan banyak barang di Primark jauh lebih murah dari merk-merk top seperti H&M, Urban Outfitters atau Topshop.

Bayangkan saja, sebuah kaos bisa dibeli dengan harga £2 (Rp31.000) saja di Primark.

Orang Amerika mungkin berpikir mereka sudah biasa berbelanja habis-habisan karena tradisi Jumat Hitam, atau hari pertama di musim belanja Natal adalah hari paling sibuk di semua toko AS.

Ribuan orang berusaha masuk ke toko grosir seperti Walmart di saat obral besar dimulai saat tengah malam.

Kelak dengan hadirnya Primark, Anda tinggal membayangkan Jumat Hitam terjadi setiap hari.

Berita terkait