Kolektor anggur asal Indonesia meminta maaf

anggur
Image caption Rudy Kurniawan menjual anggur kuno palsu

Seorang kolektor anggur asal Indonesia yang menjadi terdakwa pemalsuan anggur kuno di California, AS, meminta maaf kepada hakim dan mengatakan tindakannya "sangat bodoh".

Rudy Kurniawan dalam surat kepada hakim mengatakan bahwa ia "tidak pernah bermaksud untuk melukai atau mempermalukan siapa pun" dan memohon agar ia diizinkan pulang untuk menjenguk ibunya yang tua dan sakit, seperti dilaporkan kantor berita AP.

Kurniawan, yang keluarganya memiliki usaha distribusi bir di Indonesia, mengatakan obsesinya dengan anggur kuno membuatnya melakukan tindakan yang salah, baik secara moral mau pun sosial, dan ia akan kembali ke Indonesia setelah menjalani hukumannya.

"Anggur menjadi hidup saya dan saya tenggelam di dalamnya," tulis Rudy. "Apa yang awalnya adalah membeli beberapa botol anggur di toko setempat selama beberapa tahun menjadi membeli anggur berharga jutaan dolar."

Surat Rudy Kurniawan kepada Hakim Wilayah AS Richard M. Berman diberikan di hari yang sama dengan pengumuman penundaan vonisnya hingga 17 Juli.

Jaksa mengatakan Kurniawan, 37, mendapat uang di kisaran antara US$8 juta (Rp93 miliar) dan US$20 juta dari 2004 hingga 2012 dari penjualan anggur palsu yang ia buat di dapur rumahnya di Arcadia, California.

Pemerintah AS mengatakan laba itu membuatnya mampu hidup mewah di Los Angeles, bergaul dengan kalangan kaya dan berpengaruh yang tertarik pada anggur kuno.

Sejumlah saksi dari kalangan pesohor pun dihadirkan, termasuk miliuner dan investor anggur William Koch, yang mengatakan Kurniawan menipunya US$2,1 juta untuk 219 botol anggur palsu.

Kurniawan mengatakan obsesinya menarik perhatian orang-orang kaya dan cerdas yang sangat ingin ia jadikan kawan.

"Saya kini menyadari semua itu palsu dan penuh kepura-puraan dan bahwa prioritas saya benar-benar berantakan. Hal-hal yang saya lakukan untuk menjaga ilusi ini sangat bodoh. Akhirnya pun tidak terelakkan lagi," tambahnya.

Berita terkait