Jutaan warga India buang air besar di tempat umum

India
Image caption Buang air di tempat umum dilihat sebagai norma budaya yang sudah mengakar.

Di sepanjang rel kereta api di ibu kota Delhi, tampak sekerumunan massa -masing-masing berjongkok sendirian di balik pohon atau rerumputan dengan cukup jarak satu sama lain.

Mereka termasuk 48% warga India yang tidak memiliki akses ke sanitasi yang layak dan harus membuang air di tempat terbuka.

Hal itu merupakan acara ritual setiap pagi bagi banyak orang, meskipun adanya risiko bahaya terkena diare atau hepatitis.

Bagi perempuan, ada bahaya tambahan.

Setiap kali seorang perempuan buang air di luar ruang maka ia dihadapkan juga pada bahaya serangan seksual, kata wartawan BBC Shannti Dinnoo.

Baru-baru ini dua perempuan remaja di negara bagian Uttar Pradesh diperkosa sekelompok lelaki dan kemudian ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon setelah mereka meninggalkan desa mereka untuk pergi ke toilet.

Rumah mereka, seperti juga ratusan juta rumah lain di negara itu, tidak memiliki sarana toilet.

Kampanye 'toilet untuk kawin'

Selain kemiskinan dan tidak adanya jamban, alasan lain penyebab buang air besar dan kecil di tempat umum adalah norma budaya yang mengakar yang menerima praktik semacam ini.

Laporan baru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berjudul 'Tidak Ada Privasi' mengatakan lebih dari setengah miliar orang di India masih "terus buang air besar di tempat terbuka, tanpa adanya martabat atau privasi".

Pemerintah India sudah memulai kampanye-kampanye kesadaran tentang kebersihan dan sanitasi.

Kampanye dengan slogan "Tidak ada toilet, tidak ada pengantin" yang diluncurkan di negara bagian Haryana tahun 2005 merupakan salah satu contohnya.

Tujuannya adalah menyerukan perempuan untuk menolak menikahi lelaki yang tidak memiliki kamar kecil di rumahnya.

Berita terkait