Pasar alternatif London, Camden Town semakin tidak menarik?

thierry durieux Hak atas foto bbc
Image caption Thierry Durieux, pria asal Prancis yang sebagian besar barang dagangannya dari Indonesia.

Sejumlah pedagang di salah satu pasar paling unik di dunia, Camden Town, London semakin sulit berdagang karena salah urus dan tidak bisa bersaing.

Salah satu pedagang terlama di pasar Camden, Thierry Durieux, mengatakan kebijakan manajemen yang mencampur-aduk toko murahan dengan penjual barang seni merugikan bisnisnya.

"Andai manajemen bisa membuat kembali pusat mebel antik, pojok baju antik. Jika manajemen bisa mengkoordinasikan itu semua. Dan tidak hanya mencampur barang tidak jelas dan murahan dengan barang berkualitas. Saya pikir ini akan lebih menarik perhatian pengunjung".

Thierry sebelumnya dapat mencatat omzet harian sebesar 250.000 poundsterling sehari lewat penjualan di tokonya, "Toko Terbaik di Dunia".

Akhir-akhir ini, seringkali tidak satupun barang di tokonya terjual.

Barang Indonesia

Sebagian besar barang di toko milik Thierry Durieux berasal dari Indonesia.

Mulai pintu gebyok berukir berwarna biru hijau dari Madura seharga 1.000 poundsterling sampai ke bulu ayam warna warni seharga beberapa poundsterling saja.

Tetangga Thierry di bagian Stables Market, Asad, salah satu pemilik toko Hazara Limited Enterprise, menghadapi masalah yang sama.

Tetapi dia mengatakan naik turun adalah hal yang biasa dalam bisnisnya.

Toko milik Asad ini dipenuhi tumpukan karpet, mebel, ornamen dari Asia seperti India, Afghanistan dan Pakistan.

Stables Market yang didirikan sejak tahun 1974 berisi ratusan toko yang menjual berbagai macam barang.

Mulai dari pakaian bekas, gantungan kunci sampai ke mebel yang harganya bisa ratusan kali cendera mata.

Pasar Camden juga menyediakan berbagai kios makanan dari berbagai negara.

Hak atas foto bbc
Image caption Pengunjung pasar Camden juga ditawarkan sendok kelapa di Toko Terbaik di Dunia.

Seperti makanan cepat saji Thailand dan Cina, kopi dari Ethiopia disamping ikan dan kentang goreng, atau fish and chips, salah satu makanan paling populer di Inggris.

Intenet akan membantu?

Jadi apa yang dilakukan pedagang di Stables Market, Camden Town yang berada di London timur laut ini?

Thierry, pria berumur 55 tahun yang berasal dari Prancis mengatakan dia akan menghubungi jaringan pembeli lamanya lewat cara baru, internet.

"Saya berharap untuk kembali ke jaringan orang yang saya pasok dalam beberapa tahun ini. Mengejar mereka lewat internet kemungkinan satu-satunya harapan yang ada bagi saya."

Lain halnya Asad yang membuka toko di Camden dua tahun lalu dan sebelumnya berjualan di Twickenham, London selatan, yang tidak terlalu percaya dengan penjualan di dunia maya.

"Kami memiliki situs internet. Kami tidak menjual di situs internet. Kami hanya berjualan disini. Tidak ada cabang. Saya tidak pernah berjualan di internet. Hanya lewat toko."

Tetapi seperti apa reaksi para pengunjung sendiri terhadap barang-barang yang dijual?

Hak atas foto bbc
Image caption Pintu gebyok dari Madura ditawarkan Thierry sebesar 1.000 poundsterling.

Dua orang wisatawan dari Inggris yang sempat memasuki Toko Terbaik di Dunia milik Thierry mengatakan mereka tertarik dengan barang-barang yang dijual, tetapi bukan berarti mereka akan membeli.

Sementara seorang interior dekorator yang sebelumnya membeli mebel dari pasar Camden, sampai terheran-heran karena bagian penjualan mebel, termasuk toko milik Thierry menjadi begitu kecil dan tidak menarik lagi.

Berita terkait