Peliknya menghukum seks di tempat umum

Seks di tempat umum
Image caption Masyarakat umumnya tak lagi 'muak' pada seks di tempat umum.

Di Inggris, dulu, segala jenis hubungan seks di tempat umum bisa berakhir penangkapan dan pengadilan, sekarang Inggris mengambil pendekatan lebih lembut.

Beberapa dekade lalu, polisi Inggris melakukan segala cara untuk menghentikan pria gay berhubungan seks di toilet umum dan di ruang terbuka. Seringkali kaum homoseksual karenanya ditangkap, diadili dan dipenjara.

Sekarang lain lagi. Polisi mengambil tindakan yang lebih berdasar pada 'kepekaan dan keadilan' dalam menangani orang-orang yang berhubungan seks di tempat umum, seperti dilaporkan wartawan BBC, Julie Bindel.

Berdasarkan akta Kebebasan Informasi yang diajukan tahun lalu, diungkapkan pedoman-pedoman khusus yang diterbitkan pada tahun 2009 oleh perhimpunan perwira polisi (ACPO) tentang bagaimana polisi bertindak untuk perbuatan seks di tempat umum.

Begitu khususnya soal ini, sehingga polisi menggunakan istilah baku, Public Sex Environment (PSE).

Tidak malu

Seks di tempat umum memang telah menjadi gejala di Inggris, setidaknya sejak akhir 1600-an.

Beberapa dasawarsa sebelum Akta Pelanggaran Seksual (Sexual Offence Act) 1967, pria gay jarang mengungkapkan diri secara terbuka.

Oleh karena itu cruising atau mencari-cari di berbagai tempat merupakan salah satu cara bertemu sesama gay yang tak bisa dilakukan dalam kehidupan biasa, kendati dengan tingkat risiko penganiayaan tinggi.

Image caption 'Cruising' atau menjelajah mencari pasangan seks masih tetap populer

Aktor legendaris Sir John Gielgud pada tahun 1953 ditangkap di Chelsea karena 'menawar' seseorang untuk melakukan hubungan seksual, dan Peter Dudley, seorang aktor lain ditangkap pada tahun 1981 di sebuah toilet di Didsbury.

Penyanyi George Michael, ditangkap dalam sebuah peristiwa menghebohkan di sebuah toilet umum di Los Angeles, dan mengatakan tidak merasa malu sama sekali karena melakukan cruising.

Hampir 50 tahun setelah dekriminalisasi seks gay di Inggris, cruising masih populer.

Statistik pasti sulit didapat, tapi setidaknya dalam lelucon, orang Inggris tampaknya tidak menjadi lagi merasa 'muak' pada seks di luar ruangan, dan tampaknya menjadi lebih 'biasa.' Secara umum, polisi kini hanya cenderung terlibat ketika ada yang mengadukan.

Lingkungan seks terbuka

Berbeda dari perundangan dan kebijakan polisi sebelumnya, yang hanya terfokus pada seks antar pria di toilet umum (yang istilah umumnya cottaging), pedoman terbaru ini mencakup subyek lebih luas, juga menyangkut seks di taman, pantai, dan di lokasi-lokasi indah.

Betapapun ini isu pelik karena berhubungan seks di ruang terbuka di tengah hutan berbeda dengan di pantai yang padat pengunjung, tapi keduanya bisa ditafsirkan sebagai seks di tempat umum.

Hak atas foto PA
Image caption Penyanyi terkenal George Michael pernah ditangkap karena melakukan seks di sebuah toilet

Pedoman ACPO itu menyebutkan, "The Metropolitan Police Service (MPS) ... berkomitmen untuk membuat lingkungan seks di tempat umum (PSE) lebih aman bagi pelaku, juga bagi mereka yang memergoki perbuatan itu dalam kehidupan sehari-hari."

Lingkungan seks terbuka (PSE) bisa menjadi tempat yang berbahaya, tempat mana perkosaan, kejahatan seksual, kekerasan dan perampokan terjadi tapi tidak dilaporkan. Tempat yang digunakan secara eksklusif oleh laki-laki -seperti toilet umum- dari dulu sudah diawasi sebagai tempat berhubungan seks.

"Ini adalah tanggung jawab kami (dengan mitra kami) untuk membuat tempat-tempat itu aman bagi semua pengguna, dan bisa mencegah dan mendeteksi kejahatan. Bukan peran kami untuk bertindak sebagai hakim moral. Kami harus menegakkan hukum secara proporsional, tegas, adil dan tidak memihak."

Meninggikan sema

Yang juga mengambil pendekatan lembut untuk seks di tempat umum adalah Dewan Kota Brighton, yang baru-baru menerima sejumlah pengaduan tentang cruising di taman Dukes Mount.

Image caption Taman Hampstead Heath di London ini populer sebagai tempat 'cruising'.

Para pejabat dilaporkan menyarankan agar The Greenery -yang terkenal sebagai tempat 'penjelajahan' kaum gay di taman itu- menumbuhkan semak-semak hingga setinggi 4-5 meter agar memberikan semacam privasi bagi parapelaku persetubuhan di tempat umum.

Chris Ashford, profesor hukum dan masyarakat -yang sedang menulis buku Seks di tempat umum dan hukum: Gairah yang sunyi, menyebut- polisi harus menjaga keseimbangan.

Yang dimaksud keseimbangan itu adalah mempertimbangkan antara pengerahan sumber daya untuk mengawasi lokasi terpencil yang bisa menyebabkan orang yang berlalu lalang terpaksa menyaksikan seks di tempat umum dengan menanggapi pengaduan masyarakat.

Berita terkait