Diet Mediterania bantu atasi obesitas

Diet Mediterania
Image caption Sejumlah peneliti mengatakan diet Mediterania membantu mengurangi risiko serangan jantung

Sejumlah dokter terkemuka mengatakan, diet Mediterania adalah cara yang lebih baik untuk mengatasi obesitas.

Para dokter yang menulis dalam Postgraduate Medical Journal (PMJ) mengatakan diet Mediterania dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke dengan cepat.

Mereka mengatakan cara itu mungkin lebih baik daripada diet rendah lemak untuk menurunkan berat badan secara berkelanjutan.

Pejabat resmi Layanan Kesehatan Nasional Inggris NHS menyarankan untuk memantau asupan kalori untuk menjaga berat badan yang sehat.

Bulan lalu sejumlah pimpinan NHS menekankan perlunya tindakan mendesak untuk mengatasi obesitas dan sejumlah masalah kesehatan yang seringkali saling berkaitan.

Editorial PMJ berpendapat bahwa memperhatikan asupan makanan adalah pendekatan terbaik, lain halnya dengan diet keras yang cenderung membahayakan.

Ketua Academy of Medical Royal Colleges, Prof Terence Stephenson, dan dokter senior NHS, Inggris, Dr Mahiben Maruthappu, adalah sejumlah peneliti yang ikut menyetujui penelitian itu.

Mereka mengkritik industri penurunan berat badan yang terpusat pada pembatasan kalori daripada memperhatikan "gizi yang baik".

Lebih baik dari obat-obatan

Mereka membuat konsep diet Mediterania, yang memasukkan unsur buah dan sayuran, kacang-kacangan dan minyak zaitun. Diet itu diklaim dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, dan mungkin lebih baik daripada diet rendah lemak untuk menurunkan berat badan berkelanjutan.

Penulis utama, ahli jantung Dr Aseem Malhotra, mengatakan bukti-bukti ilmiah itu luar biasa.

"Apa yang menjadi tanggung jawab kita adalah memberitahu orang-orang untuk berkonsentrasi pada makan makanan bergizi.

Artikel juga mengatakan melakukan diet Mediterania setelah terkena serangan jantung tiga kali lebih efektif dalam menurunkan risiko kematian dari pada mengkonsumsi obat-obatan penurun kolesterol.

Berita terkait