Bagaimana reaksi sepatutnya terhadap "kecelakaan"?

air asia Hak atas foto Reuters
Image caption Hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 yang membawa 162 orang menimbulkan reaksi yang beragam.

Hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapura hari Minggu (28 Desember) menimbulkan reaksi beragam dari pejabat pemerintah, perusahaan Air Asia, media dan masyarakat.

Pernyataan duka cita Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa pesawat tersebut mengalami kecelakaan, meskipun tim pencari belum menyatakannya, dipandang tidak peka terhadap keluarga penumpang dan awak.

Beberapa pihak memandang AirAsia terlalu menutup diri dalam memberikan informasi kejadian penerbangan yang membawa 155 warga Indonesia, 1 Singapura, 3 Korea Selatan, 1 Prancis, 1 Malaysia dan 1 orang dipastikan warga negara Inggris.

Media juga diminta untuk tidak mengganggu keluarga yang dalam keadaan sangat khawatir dengan mengejar mereka untuk mendapatkan informasi.

Komentar anda

Kami mengucapkan terimakasih atas komentar yang telah anda kirimkan ke Facebook, Twitter dan email BBC Indonesia. Kami mencantumkan beberapa yang belum kami siarkan pada Dunia Pagi Ini BBC Indonesia hari Kamis pukul 05.00 WIB.

Kami sekeluarga turut berduka yang dalam atas kejadian AirAsia. Kami menanggapi jika bencana datang atau ada kejadian hilang kontak, seharusnya Basarnas siap ke lokasi menyisir laut, supaya seandainya ada kecelakaan pesawat pasti larinya ke laut dan pasti ada penumpang yang sedang berusaha menyelamatkan diri dan bertahan di laut mungkin butuh pertolongan, karena nggak ada pertolongan mereka menghembuskan nafas di laut. Seandainya ada polisi udara yang patroli pas pesawat kehilangan kontak mungkin berbeda kejadiaannya. Bantuan datang ketika orang sudah meninggal ... Idrus, Palembang.

Saya berpandangan apa yang dikemukakan oleh Pak WaPres sudah tepat. Meskipun bagi sebagian orang yang memiliki budaya berbeda mungkin kurang nyaman. Namun menurut saya, penjelasan tersebut lebih realistis dan tidak memberi harapan palsu yang justru akan lebih menyakitkan bagi keluarga korban. Dany, Surabaya.

Tidak sepatutnya pejabat negara atau siapapun untuk menyampaikan duka cita sebelum sangat jelas fakta bahwa benar 100 persen kecelakaan terjadi. Itupun sebaiknya dilakukan setelah proses evakuasi korban dilakukan. Pejabat sebaiknya fokus pada kerja penyelamatan dan evakuasi, termasuk pendampingan pihak keluarga. Risman A Rachman.

Berita terkait