Sony kecam serangan peretas

Sony Consumer Electronics Show
Image caption Film The Interview kini sudah bisa dilihat di sejumlah bioskop dan diunggah secara daring

Sony Pictures mengecam serangan para peretas di dunia maya yang mengakibatkan penangguhan rilis film The Interview.

"Baik Sony, mantan pegawai maupun yang masih bekerja telah menjadi korban dari salah satu serangan siber yang paling ganas dan berbahaya dalam sejarah," kata Bos Sony, Kazuo Hirai, dalam Consumer Electronics Show di Las Vegas, Amerika Serikat.

Hirai mengatakan kepada pers bahwa dia akan dianggap "lalai" jika dia tidak berbicara tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi beberapa minggu terakhir.

Serangkaian kebocoran data yang diderita sejumlah perusahaan ini didalangi kelompok peretas atau hacker yang menyebut diri mereka, Penjaga Perdamaian.

Kelompok itu meretas akses ke jaringan perusahaan dan mencuri sejumlah besar informasi internal.

Hal ini menyebabkan sejumlah film dibajak, dan jutaan surat elektronik dan informasi pribadi bocor ke ranah publik.

Serangan-serangan itu dilakukan di tengah upaya Sony dalam merilis film The Interview--komedi tentang wartawan yang direkrut CIA untuk membunuh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Pihak berwenang AS menyalahkan Korea Utara atas serangan itu, tapi negara itu menyangkal telah melakukannya.

Kebebasan berbicara

Awalnya, setelah serangan dilancarkan, Sony telah menangguhkan rilis film itu.

Namun, Sony memutuskan untuk melansir film tersebut ke sejumlah laman daring dan dalam waktu tiga hari meraup keuntungan sebesar US$15 juta.

"Saya sangat bangga dengan semua karyawan, dan tentu saja para mitra yang berani menentang upaya pemerasan, dan bekerja tanpa kenal lelah, untuk dapat menampilkan film The Interview," kata Hirai.

"Saya harus mengatakan bahwa kebebasan berbicara, berekspresi, dan berkumpul adalah jalur hidup yang sangat penting bagi Sony dan bisnis hiburan kami," pungkasnya.

Berita terkait