Harga minyak mentah turun di bawah US$50 per barel

Sumur minyak Hak atas foto AFP
Image caption Sejumlah negara menggantungkan pendapatan dari penjualan minyak untuk menopang APBN.

Harga minyak mentah terus menurun di pasar internasional, bahkan menyentuh di bawah US$50 per barel untuk harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan.

Dalam perdagangan di London, Rabu (07/01) harga minyak mentah Brent untuk pengiriman bulan Februari ditetapkan US$49.92 per barel.

Inilah kali pertama minyak mentah dunia menyentuh harga di bawah US$50 per barel sejak Mei 2009.

Harga yang berlaku sekarang 10% lebih rendah dibanding harga hari Minggu dan para analis mengatakan harga akan terus turun sebab jumlah persediaan sekarang melampui permintaan.

Beberapa analis mengatakan harga minyak mentah mungkin bisa menyentuh US$20 per barel, padahal baru Juni tahun lalu harganya mencapai US$110 setiap barel.

Harga minyak yang diperdagangkan di Amerika Serikat, yang dikenal dengan nama minyak West Texas Intermediate, telah mencapai ambang batas US$50.

Tren penurunan harga minyak menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya bagi perekonomian dunia.

Negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC menolak mengurangi produksi sehingga turut mendorong penurunan harga.

Dalam pertemuan November lalu, OPEC mempertahankan jumlah produksi 30 juta barel setiap hari.

Berita terkait