Bagaimana Anda melihat pembunuhan belasan orang di Prancis

kouachi Hak atas foto EPA
Image caption Kepolisian Prancis menyatakan kakak beradik Cherif dan Said Kouachi sebagai tersangka penyerangan Charlie Hebdo.

Serangan terhadap kantor redaksi majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, di Paris hari Rabu (7 Januari) dikecam berbagai orang di dunia.

Puluhan ribu orang berunjuk rasa di berbagai kota di Prancis, selain di negara-negara lain seperti Inggris, Amerika Serikat dan Belgia memprotes keras pembunuhan terhadap belasan orang tersebut.

Majalah ini dikenal menerbitkan berbagai karikatur yang mengejek berbagai tokoh dan kelompok.

Apakah itu Presiden Prancis Francois Hollande, Paus Fransiskus, ataupun Nabi Muhammad.

Hal inilah yang menimbulkan kemarahan sejumlah pihak, termasuk sebagian kelompok Islam radikal.

Dalam kejadian Rabu (07/01), kedua pria bersenjata yang mengenakan topeng tersebut dilaporkan meneriakkan kata Allahu Akbar saat melakukan penyerangan.

Kejadian ini diperkirakan sejumlah pihak akan meningkatkan ketegangan hubungan antar agama di negara sekuler tersebut.

Komentar anda

Kami mengucapkan terima kasih atas komentar yang anda kirimkan ke email, Facebook dan Twitter BBC. Berikut kami cantumkan beberapa diantaranya:

Menurut saya kebebasan berpendapat itu sah saja. Namun untuk masalah kasus ini banyak sekali kemungkinan-kemungkinannya diantaranya pelakunya memang orang Islam yang fanatik dan tidak rela Nabinya di hina. Pemberitaan yang saling melengkapi dan berimbang sangat penting dari beberapa pihak dan perspektif sehingga tidak ada kesan saling memojokkan. R. Arief, Enschede, The Netherlands.

Tidak ada asap, tidak ada api. Artinya kalau majalah Charly Hebdo tidak memulai dengan menampilkan kartun nabi Muhammad S.A.W semua ini tidak akan terjadi. Seharusnya untuk masalah agama kebebasan pers harus ada tata tertib serta norma yang harus di jaga. Defrizaldi, Padang.

Dunia harus berani berkata tidak ada perang agama. Seluruh perselisihan, konflik atau perang bukan karena agama. Agama tidak pernah berselisih. Agama hadir untuk mengkoreksi kekeliruan manusia. Agama untuk kemaslahatan manusia. Risman, Banda Aceh

Berita terkait