#Trensosial: Bagaimana reaksi sosial media pasca serangan Charlie Hebdo?

Bagaimana pengguna media sosial bereaksi terhadap penyerangan majalah Charlie Hebdo?

Sejumlah tagar muncul termasuk #jesuischarlie, #JeNeSuisPasCharlie, #jesuisahmed, #Killallmuslims, dan #RespectForMuslims.

Berikut BBC Indonesia menjelaskan maknanya:

1. #jesuischarlie

Setelah penyerangan terhadap majalah satir Charlie Hebdo terjadi, jutaan pesan duka mengalir melalui Twitter dengan tagar #jesuischarlie atau "Saya Charlie".

Tanda pagar itu sempat menjadi yang terpopuler di topik Twitter dunia dengan 2,8 juta kicauan, mengalahkan tanda pagar lain yang sejenis, lapor BBC Trending.

Hak atas foto Getty

2. #JeNeSuisPasCharlie

Kebalikan dari "Saya Charlie", tanda pagar #JeNeSuisPasCharlie atau "saya bukan Charlie" muncul. Ada sekitar 20.000 kicauan dengan tagar ini.

Isi pesannya berkesan menjaga jarak dengan majalah satir itu yang terkenal kontroversial.

Sejumlah pengguna menganggap sejumlah konten Charlie Hebdo rasis dan menggambarkan secara keliru tentang Muslim dan kelompok minoritas lain di Prancis.

Misalnya, Charlie Hebdo pernah menggambarkan Menteri Kehakiman Prancis Christiane Taubira, yang berkulit hitam, sebagai monyet.

Majalah ini merupakan bagian dari tradisi karikatur bahasa Prancis, beberapa memang terkesan provokatif yang jarang terlihat di media massa besar berbahasa Inggris.

3. #jesuisahmed

Kelompok lain mengambil kisah korban bernama Ahmed Merabet, seorang polisi Muslim berusia 42 tahun, yang tewas ditembak di luar kantor Charlie Hebdo.

Orang yang pertama kali menggunakan #jesuisahmed atau "saya Ahmed" adalah publisis Prancis yang tinggal di Moroko, Julien Casters melalui @JuleLmeghribi.

Hak atas foto Reuters

"Saya memutuskan untuk memulai tagar #jesuisahmed untuk mengenang korban yang juga beragama Islam," kata Casters kepada BBC Trending melalui surat elektronik.

"(Serangan) ini adalah penghinaan terhadap Islam dan pengingat bahwa umat Islam di Perancis tidak semua radikal. Saya hanya ingin berbagi pendapat saya dengan teman-teman."

Tagar #jesuisahmed telah digunakan lebih dari 40.000 kali di Twitter sejak serangan terjadi.

4. Menentang #Killallmuslims

Salah satu tagar yang cukup kontroversial adalah #Killallmuslims, yang dikicaukan lebih 100.000 kali. Namun tagar ini populer bukan karena pengguna setuju, melainkan karena mereka menentangnya.

Tagar #Killallmuslims beberapa kali pernah digunakan sejak 2013, terutama di Amerika Serikat, namun penggunaannya sangat terbatas.

Tagar ini menjadi populer karena kicauan warga Muslim dan warga beragama lain yang ramai-ramai menentang pesan kekerasan itu.

Hampir semua kicauan di Twitter yang menggunakan tagar #killallmuslims mengkritisi isi pesannya.

5. #RespectAllMuslims

Tagar ini digunakan lebih dari 371.000 kali dan mayoritas menggunakannya untuk mengatakan bahwa Muslim bukanlah teroris.

Hak atas foto TWITTER
Image caption "Saya bangga dengan Islam," kata akun @Hassan25705080.
Hak atas foto TWITTER
Image caption "Tidak ada yang boleh dibunuh, tetapi siapapun juga tidak boleh mengejek agama apa pun."

Berita terkait