Minyak murah tidak picu pertumbuhan ekonomi

minyak Hak atas foto Getty
Image caption Sejumlah faktor akan mengurangi keuntungan pemasukan energi yang lebih murah.

Harga minyak yang lebih rendah akan gagal memberikan "dorongan berarti" bagi pertumbuhan dunia dalam dua tahun ke depan, kata Moody's.

Badan pemeringkat ini menyatakan dorongan yang didapat dari minyak murah akan tertutupi masalah ekonomi eurozone disamping perlambatan di Cina, Jepang dan Rusia.

Akibatnya, Moody's menyatakan tidak akan mengubah perkiraan pertumbuhannya bagi negara-negara G20.

"Bagi ekonomi G20, kami memperkirakan pertumbuhan PDB sedikit di bawah 3% pada tahun 2015 dan 2016.

Hal ini tidak berubah dibandingkan tahun 2014 dan perkiraan sebelumnya, kata Moody's.

Marie Diron, penulis laporan mengatakan, "Harga minyak yang lebih rendah, pada prinsipnya, akan memberikan dorongan berarti bagi pertumbuhan global.

"Tetapi sejumlah faktor akan mengurangi keuntungan pemasukan energi yang lebih murah".

Diron menambahkan pada wilayah euro, anjloknya harga minyak terjadi saat iklim ekonomi tidak menunjang, dengan tingginya angka pengangguran, inflasi yang rendah atau negatif dan terjadinya kembali ketidakpastian politik di sejumlah negara.

Berita terkait