Ekspansi di Eropa, Garuda garap penumpang WNI

Arif Wibowo
Image caption Arif Wibowo mengatakan pihaknya siap bersaing dengan Singapore Airlines dan Emirates.

Maskapai Garuda Indonesia melakukan ekspansi di Eropa dengan secara khusus membidik warga Indonesia di benua tersebut.

Direktur Utama Garuda, Arif Wibowo, mengungkapkan warga Indonesia ini pasar potensial karena bisa menambah pendapatan Garuda secara cukup signifikan.

"Makanya salah satu sasaran kami adalah bagaimana semua warga Indonesia di Eropa memakai penerbangan Garuda. Kalau itu bisa dilakukan, maka itu bisa menopang (pendapatan) kira-kira 10%," kata Wibowo yang sedang berkunjung ke London.

"Perhitungan kami, jika mereka semua naik Garuda, minimal sudah menyelesaikan masalah 10%," jelasnya.

Wibowo mengatakan salah satu kiat untuk membidik warga Indonesia di Eropa adalah dengan memberi potongan harga khusus, meski ia menolak memberikan besarannya.

"Yang pasti harga kami terjangkau dan kompetitif jika dibandingkan dengan maskapai-maskapai lain," kata Wibowo.

Bersaing dengan Singapore Airlines

Di pasar Eropa, untuk penerbangan ke Indonesia, Garuda bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yang lebih mapan seperti Singapore Airlines dan Emirates.

Kepala perwakilan Garuda di London, Jubi Prasetyo, mengatakan di pasar ini Garuda berada di posisi dua dengan menguasai 18% pasar, di bawah Singapore Airlines dengan 24%.

Image caption Garuda Indonesia menandatangi perjanjian di KBRI London untuk membidik pasar Eropa.

Emirates berada di posisi tiga dengan 16%.

"Kami berharap warga Indonesia yang selama ini memakai Singapore Airlines dan Emirates beralih ke kami, sehingga kami bisa mendapatkan porsi dari yang 24% dan 18%," kata Jubi.

Arif Wibowo mengatakan pihaknya optimistis bisa memaksimalkan pasar di Eropa.

Reputasi yang dicapai Garuda dengan pencapaian sejumlah penghargaan diharapkan bisa mendongkrak penjualan, kata Wibowo.

Garuda sendiri kembali meramaikan pasar Eropa sejak September 2014 setelah berhenti beroperasi selama beberapa tahun akibat sanksi otoritas penerbangan Eropa menyusul serangkaian kecelakan maskapai penerbangan di Indonesia.

Berita terkait