Lenovo jadi korban serangan internet

Lenovo Hak atas foto Reuters
Image caption Lenovo mengaku sedang merespons serangan internet terhadap mereka.

Pabrikan komputer asal Cina, Lenovo, menjadi korban serangan internet menyusul peringatan pemerintah Amerika Serikat tentang adware bernama Superfish.

Superfish, sebuah adware atau iklan tersembunyi yang menawarkan tips-tips berbelanja, ditemukan pada beberapa komputer jinjing perusahaan tersebut.

Kelompok peretas bernama Lizard Squad mengaku bertanggungjawab terhadap serangan yang terjadi pada hari rabu itu, melalui akun Twitter.

Mereka juga mengaku melakukan beberapa serangan internet lain, termasuk yang terjadi terhadap Sony beberapa waktu lalu.

"Salah satu akibat dari serangan ini adalah mengalihkan lalu lintas internet dari situs Lenovo," menurut Lenovo dalam pernyataan mereka. "Kami juga sedang menyelidiki aspek-aspek lain dari serangan ini."

Lenovo juga menyatakan sedang "secara aktif mengkaji ulang" keamanan jaringan mereka dan akan mengambil langkah-langkah "untuk melindungi integritas informasi dan kenyamanan bagi para pengguna".

Pekan lalu, perusahaan raksasa pembuat komputer ini menawarkan kepada pelanggan sebuah perangkat yang dapat membantu menghilangkan perangkat lunak terpasang, sesudah para ahli memperingatkan risiko keamanan pada perangkat lunak tersebut.

Lenovo menyatakan telah menonaktifkan perangkat lunak tersebut berdasarkan keluhan dari pelanggan.

Superfish dirancang untuk membantu pengguna menemukan produk dengan menganalisa gambar secara visual dan menemukan harga termurah di internet.

Berita terkait