#TrenSosial: Keturunan Jawa di Suriname mulai dokter sampai polisi

raymond sapoen Hak atas foto Raymond Sapoen
Image caption Warga keturunan Jawa di Suriname mulai dari dokter, polisi, pengusaha dan politikus.

Anda tentu masih ingat dengan calon presiden Suriname keturunan Banyumas, Raymond Sapoen, bukan?

Warga keturunan Indonesia di Suriname terwakili dalam berbagai lapisan masyarakat, kata Raymond Sapoen yang mencalonkan diri sebagai presiden negara itu.

Menjawab pertanyaan Ratno Garto melalui Facebook BBC Indonesia, Raymond mengatakan, "Walaupun faktanya warga keturunan Indonesia di Suriname terdiri dari 15% (dari total 500.000 jiwa penduduk), kami sangat terwakili dari semua lapisan masyarakat."

"Mulai dari dokter, guru, polisi, pengusaha, politik, mereka yang bergerak di industri serta finansial," kata Raymond.

Generasi ketiga keturunan Jawa ini memastikan sebelumnya bahwa leluhurnya berasal dari Banyumas, Jawa Tengah.

Masih pertanyaan Ratno Garto, Raymond juga mengatakan prioritasnya dalam kampanye pemilihan adalah meningkatkan lapangan kerja, khususnya di sektor swasta dan pengembangan pariwisata.

Hak atas foto Raymond Sapoen
Image caption Tempe tak perlu diperkenalkan di Suriname karena sudah sangat terkenal, kata Raymond.

Menanggapi pertanyaan Raja Galuh, Raymond memilih menggunakan bahasa Jawa, "Rukun Anggawe Santosoh."

"Apakah ada imigran dari Sumatra?" tanya Porman Sitorus. "Ada beberapa imigran dari Sumatra namun saya harus mencari tahu lebih lanjut.

"Pak Eko Prasetyo, ada juga tempe di Suriname dan kami biasanya makan dengan "sambel urang," kata Raymond.

Sementara menanggapi pertanyaan Dimas Irfan Mohamad, "Getuk dan tempe tidak perlu promosi di Suriname karena sudah sangat terkenal. Makanan lain yang juga terkenal termasuk krupuk, tahu, lemper dan nogosari."

Berita terkait