Polisi dipanggil untuk 'mendisplinkan' anak

Polisi di London Hak atas foto PA
Image caption Polisi harus menahan beberapa anak yang 'bermasalah'.

Orang tua kerap memanggil polisi untuk mendisplinkan anak-anak mereka yang membuat masalah, seperti terungkap dalam sebuah laporan di Inggris.

Laporan Inspektorat Konstabulari Inggris dan Wales itu juga menyebutkan anak-anak kadang ditahan karena orang tua maupun rumah penampungan anak sudah tidak sanggup lagi menanganinya.

Selain penahanan atas anak, ada juga orang tua juga masuk ruang sel polisi sebagai tindakan pengganti bagi penanganan sosial.

Salah satu kasus yang sampai harus masuk tahanan polisi adalah seorang anak perempuan yang berebut alat pengendali saluran TV atau remote control dengan saudara perempuannya.

Laporan didasarkan pada keterangan aparat polisi bahwa mereka sering dipanggil untuk mengatasi insiden-insiden ketika orang tua maupun rumah penampungan anak tidak sanggup menangani perilaku anak 'bermasalah.'

Mereka memanggil polisi agar membantu untuk mendisiplinkan anak-anak 'yang membuat onar' tersebut.

Hak atas foto SPL
Image caption Seorang anak perempuan ditahan di kantor polisi karena bertengkar soal remote control.

Kasus lain yang memerlukan bantuan polisi adalah seorang remaja pria berusia 17 tahun yang mendorong orang tuanya dan merusak pagar pekarangan. Polisi sampai harus menangkap remaja tersebut.

Sementara seorang anak laki-laki 13 tahun ditahan di kantor polisi karena berulang kali menyerang secara fisik adik perempuannya yang berusia 13 tahun.

Anak laki-laki itu sudah ditangani oleh dinas sosial di rumah penampungan sejak berusia enam tahun dan harus meringkuk di sel polisi selama 10 jam.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Theresa May, mengatakan diperlukan tindakan yang lebih banyak untuk menangani masalah tersebut.

Laporan juga mengungkapkan banyak aparat polisi yang menghabiskan waktu yang banyak dalam menangani orang-orang yang menderita gangguan jiwa.

Polisi, misalnya, pernah dipanggil untuk mengatasi seorang pria berusia 90 tahun -yang menderita demensia dan baru ke luar dari rumah sakit- karena pria lanjut usia itu melakukan kekerasan atas karyawan dan penghuni lain di rumah penampungan tempat tinggalnya.

Berita terkait