Kurang tidur bisa picu obesitas dan diabetes

Hak atas foto Thinkstock

Jika Anda butuh waktu tidur lebih panjang di akhir pekan untuk mengganti waktu tidur yang hilang di hari kerja, Anda berisiko terkena obesitas dan diabetes tipe 2, kata sebuah penelitian.

Kebiasaan tidur 522 orang yang kurang tidur di hari kerja cenderung memicu kedua kondisi tersebut.

Temuan yang dipresentasikan di pertemuan tahunan Endocrine Society mengindikasikan bahwa menambah jam tidur bisa membantu pasien.

Para ahli mengatakan bahwa temuan itu menarik dan menyerukan agar ide itu diuji di skala besar.

Studi telah menunjukkan bahwa bekerja dalam shift bisa dengan cepat membuat orang masuk dalam kondisi pra diabetes.

Aksi itu membuat jam biologis tubuh tidak bekerja dengan baik dan merusak ritme alami hormon dalam tubuh yang kemudian memicu serangkaian masalah kesehatan.

Namun tekanan kerja dan kehidupan sosial berarti orang akan memangkas waktu tidur mereka di hari kerja dan mengganti waktu tidur di akhir pekan.

Para peneliti sedang menyelidiki apakah pola seperti ini berdampak kepada kesehatan.

Berita terkait