Pusat internet gratis pertama dibuka di Kuba

kuba Hak atas foto AP
Image caption Orang-orang menggunakan jaringan Wi-Fi gratis di sebuah pusat budaya yang dikelola seniman terkenal Kcho, di Havana, Kuba.

Badan telekom negara Kuba Etecsa telah mengizinkan seniman Kcho untuk membuka pusat WiFi gratis untuk umum pertama di pusat budayanya.

Kcho -yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah Kuba- mengoperasikan pusat itu menggunakan koneksi internet miliknya sendiri yang sudah diizinkan pemerintah dan membayar sekitar US$900 (Rp11 juta) per bulan untuk memberikan layanan ini.

Diperkirakan hanya sekitar 5% sampai 25% warga Kuba memiliki layanan internet dalam jenis apa pun karena karena akses internet yang masih sangat mahal.

Sebagai contoh, satu jam akses ke internet di sebuah kafe bisa mencapai US$4.50 (Rp59.507) atau setara dengan hampir satu minggu gaji bagi sebagian besar warga Kuba.

Kcho mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa ia ingin menawarkan internet gratis di pusat budayanya, yang dibuka di Havana barat pada bulan Januari, untuk mendorong warga Kuba mengenal internet.

Hak atas foto AP
Image caption Puluhan orang muda dari wilayah sekitar kota membanjiri pusat budaya itu setiap harinya untuk memakai internet gratis.

Seniman pematung itu mungkin merupakan satu-satunya seniman yang diizinkan pemerintah untuk memasok layanan wi-fi untuk umum.

Terakhir kali Fidel Castro muncul di hadapan umum adalah dalam sebuah pameran yang diadakan oleh seniman kontemporer ini.

Banyak analis di Kuba memandang hal ini sebagai langkah kecil yang berpotensi besar.

Yang pasti, akses iternet seperti itu tidak akan mungkin jika tidak ada persetujuan dari pemerintah, yang mungkin menggunakan prakarsa Kcho ini untuk menguji perlu tidaknya adanya akses internet yang lebih besar di negara itu.