Pencangkokan 'jantung mati' pertama di Eropa

heart Hak atas foto victor chang institute
Image caption Biasanya jantung berasal dari donor yang mengalami kematian 'batang otak'.

Tim dokter bedah di Cambridgeshire, Inggris, berhasil melakukan pencangkokan 'jantung mati' atau yang sudah tidak berdetak lagi kepada seorang pasien yang mengalami gagal jantung.

Jantung untuk keperluan ini biasanya diambil dari orang yang mengalami kematian pada batang otak, tetapi jantung mereka masih berdetak.

Dalam kasus ini, organ berasal dari donor yang jantung dan paru-parunya berhenti berfungsi.

Menurut Rumah Sakit Papworth yang melakukan operasi tersebut, teknik ini bisa meningkatkan ketersediaan organ jantung sebanyak sekitar 25 persen.

Penerima donor tersebut, Huseyin Ulucan, 60 tahun, berasal dari London. Ia mengalami serangan jantung di tahun 2008.

Katanya, "Sebelum operasi, saya tak bisa berjalan dan cepat sekali kehabisan napas. Hidup saya buruk sekali."

Kini ia "gembira" dengan peningkatan kesehatannya sesudah pencangkokan ini.

"Saya merasa lebih kuat, dan saya bisa jalan ke rumah sakit hari ini dengan mudah".

Kekurangan

Image caption Sebuah rumah sakit di Cambridgeshire berhasil melakukan pencangkokan 'jantung mati' untuk pertamakalinya di Eropa.

Dalam 12 bulan terakhir, ada 171 kasus pencangkokan jantung di Inggris Raya.

Namun permintaan melebihi pasokan donor, dan beberapa pasien harus menunggu hingga tiga tahun untuk mendapat organ yang tepat.

Banyak diantara mereka yang meninggal akibat ketiadaan organ tersebut.

Perawatan organ yang akan didonorkan itu dilakukan dengan menggunakan mesin buatan perusahaan Amerika, Transmedic.

Setiap unitnya seharga £150 ribu atau hampir Rp3 miliar, plus £25 ribu (Rp500 juta) untuk pencangkokan per pasien.

Saat ini, hanya ada dua rumah sakit di Inggris Raya yang bisa menggunakan peralatan tersebut.

Tahun lalu, tim dokter di Australia melakukan pencangkokan seperti ini untuk pertamakalinya.

Berita terkait