Buku kartunis Charlie Hebdo diterbitkan

Hak atas foto Reuters
Image caption Charb, di masa hidupnya, sebagai pemimpin majalah satir Charlie Hebdo

Buku karya kartunis majalah Charlie Hebdo yang terbunuh, Stephane Charbonnier - dikenal sebagai Charb - akan diterbitkan.

Penerbitnya menyatakan, buku yang meneguhkan hak untuk mengolok semua agama itu sudah diselesaikan penyusunannya dua hari sebelum Charb terbunuh oleh sejumlah mlitan Islam, Januari lalu,

Buku itu menyebutkan, pertarungan melawan rasisme telah digantikan oleh perjuangan salah arah melawan "Islamophobia".

Charb dan 11 lainnya dibunuh saat melangsungkan rapat redaksi Charlie Hebdo, sebuah majalah satir Prancis terkemuka.

Serangan di kantor redaksi di Paris itu dilancarkan oleh dua bersaudara, Said dan Cherif Kouachi, yang dalam kesempatan terpisah beberapa waktu kemudian, tewas ditembapk polisi.

Hak atas foto AFP
Image caption Serangan terhadap kantor Charlie Hebdo membangkitkan gerakan "Saya Charlie" di seluruh dunia, termasuk Indonesia

Sebelum penyerbuan kantornya, Charb sudah sering mendapat ancaman pembunuhan terkait pemuatan sejumlah karikatur tentang nabi Muhammad pada tahun 2006. Kantor redaksi majalah itu juga sudah pernah mendapat serangan bom pada tahun 2012.

Buku Charb diberi judul "Sepucuk Surat bagi Para Pemalsu Islamophobia yang Jatuh Dalam Permainan Kaum Rasis," (Lettre ouverte aux escrocs de l'islamophobie qui font le jeu des racistes) mulai beredar di pasaran hari Kamis 16/04).

Disebutkan, buku itu merupakan suatu pernyataan yang membela posisi editorial Charlie Hebdo, sekaligus serangan terhadap para pengecamnya.

"Jika dikatakan bahwa kita boleh menertawakan apapun, kecuali aspek tertentu dari Islam, karena kaum Muslimin jauh lebih peka dibanding warga masyarakat lain --apa itu bukan suatu diskriminasi?

Ia mengecam sikap seperti itu sebagai "paternalisme intelektual kaum borjuis kiri kulit putih."

Charlie Hebdo, pertama kali terbit tahun 1969, mengolok-olok kaum konservatif dan semua agama. Tirasnya kecil, dan sempat gulung tikar tahun 1981, namun dihidupkan lagi tahun 1992.

Berita terkait