Masa depan pesawat super jumbo suram?

Superjumbo A380 Hak atas foto Getty
Image caption Tak satu pun maskapai penerbangan yang memesan A380 atau Boeing 747-8 pada 2014.

Masa depan pesawat superjumbo, Airbus A380 dan Boeing 747-8, sepertinya "tidak menentu" setelah tak satu pun maskapai penerbangan di dunia yang memesan pesawat tersebut untuk tahun 2014.

Minimnya pemesanan untuk superjumbo sempat memicu spekulasi bahwa Airbus menghentikan produksi A380.

Sepinya pesanan untuk pesawat yang bisa mengangkut minimal 500 penumpang sekali jalan ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari resesi yang dialami maskapai-maskapai penerbangan hingga populernya pesawat berukuran lebih kecil, kata wartawan BBC Dougal Shaw.

Superjumbo adalah pesawat bermesin empat dan banyak dipakai untuk rute-rute jarak jauh.

Operasional lebih murah

Tapi pesawat yang berukuran lebih kecil, baik yang dikembangkan Airbus maupun Boeing, hampir bisa menyamai jarak tempuh superjumbo, meski hanya memiliki dua mesin saja.

Ukuran yang lebih ini membuat pesawat-pesawat ini lebih murah untuk dioperasikan.

Airbus A380 saat ini masih banyak dioperasikan, misalnya oleh maskapai Emirates yang memiliki 60 armada A380 dan masih ada 20 unit lagi yang akan dikirim dalam beberapa waktu mendatang.

Tapi jika tren ini tidak diikuti oleh perusahaan-perusahaan penerbangan lain, bisa jadi masa depan superjumbo menjadi kelam.

Berita terkait