#TrenSosial: Enam hal tentang eksekusi mati tahap II

Kontroversi hukuman mati di Indonesia mendapat sorotan dari berbagai pihak. Jika Anda belum sempat mengikuti beritanya, berikut enam hal yang bisa membantu Anda memahaminya.

Hak atas foto GETTY IMAGES

1. Siapa yang dieksekusi pada tahap dua ini?

Delapan terpidana mati dieksekusi Rabu dini hari (29/04). Mereka adalah:

  • Australia: Myuran Sukumaran dan Andrew Chan
  • Ghana: Martin Anderson
  • Indonesia: Zainal Abidin
  • Nigeria: Raheem Agbaje Salami, Sylvester Obiekwe Nwolise, Okwudili Oyatanze
  • Brasil: Rodrigo Gularte

Eksekusi terhadap Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina) yang sebelumnya juga telah dijadwalkan akhirnya ditunda di menit-menit akhir karena permintaan presiden Filipina.

Sementara itu, eksekusi terpidana asal Prancis, Serge Areski Atlaoui sudah lebih dahulu ditunda karena tim kuasa hukumnya menempuh gugatan perlawanan ke Pengadilan Tata Usaha Negara atas prosedur pengajuan permintaan maaf dari Presiden Joko Widodo.

Enam orang tewas di tangan regu tembak pada eksekusi tahap I, 18 Januari 2015 lalu. Mereka adalah Marco Archer Cardoso Mareira (53 tahun, Brasil), Daniel Enemua (38 tahun, Nigeria), Ang Kim Soe (62 tahun, Belanda), Namaona Dennis (48 tahun, Malawi), Rani Andriani atau Melisa Aprilia (Indonesia) dan Tran Thi Hanh (37 tahun, Vietnam).

Hak atas foto Getty

2. Mengapa Indonesia menolak semua grasi yang diajukan oleh terpidana mati?

Presiden Joko Widodo mengumumkan 'perang terhadap narkoba' dan mengatakan para terpidana mati sulit dimaafkan. Dia mengatakan ada 50 orang meninggal tiap hari di Indonesia akibat narkoba, lapor sejumlah media.

Slogan 'Indonesia darurat narkoba' yang beberapa kali dicetuskan pemerintah menegaskan betapa seriusnya masalah itu. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut ada lebih dari 4 juta pecandu narkoba di Indonesia pada 2011 lalu.

Hak atas foto AFP
Image caption Kebanyakan eksekusi dilakukan di LP Nusa Kambangan. Pada tahap 2, ada sembilan orang yang akan 'menghadapi regu tembak'.

3. Bagaimana eksekusi umumnya dilakukan?

Di Indonesia, hukuman mati biasanya dilakukan dengan regu tembak. Metode ini dipakai juga oleh beberapa negara lain seperti Belarus, Cina, Korea Utara, Palestina, Arab Saudi dan Yaman.

Beberapa metode lain yang digunakan di dunia adalah hukum gantung, seperti diterapkan di Afghanistan, Bangladesh, Mesir, Iran, Irak, Japan, Yordania, Malaysia, Pakistan, Palestina, Singapura, dan Sudan.

Ada pula negara yang memakai metode suntik mati, sebagaimana dilakoni di Cina, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Adapun negara yang masih melakukan pemenggalan terhadap terpidana mati ialah Arab Saudi.

Eksekusi di Indonesia menuai protes keras dari berbagai negara dan dikhawatirkan berdampak bagi hubungan diplomatik.

4. Berapa banyak orang yang divonis mati terkait narkoba di Indonesia?

Vonis Mati di Indonesia

55 orang

divonis mati terkait kasus narkoba, menunggu eksekusi

  • 20 terpidana mati adalah warga negara Indonesia

  • 35 lainnya adalah warga asing, antara lain dari Nigeria, Cina, Malaysia, Australia, dan Brasil.

Data Kontras terbaru mencatat ada 55 orang divonis mati atas kasus narkoba. Selain itu, ada 68 terpidana juga divonis mati karena kasus pembunuhan dan dua lainnya terkait terorisme.

5. Siapa yang salah? Siapa yang benar?

Image caption Anggun adalah salah satu figur selebritas yang memberikan surat terbuka pada Jokowi.

Selalu ada pro kontra menjelang eksekusi dilaksanakan. Di media sosial, orang-orang yang menentang hukuman mati berupaya dengan berbagai cara.

Setidaknya ada lima petisi yang meminta eksekusi dibatalkan. Beberapa tokoh terkenal, seperti petinju Filipina Manny Pacquiao dan penyanyi Indonesia di Prancis Anggun ikut membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo meminta pengampunan.

Sementara sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat mengadakan berbagai aksi dan mengatakan bahwa membunuh manusia tidak akan menyelesaikan masalah narkoba di Indonesia.

Namun, dukungan terhadap eksekusi juga kuat di media sosial. Banyak pengguna Twitter dan Facebook mengatakan ini merupakan ketegasan pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda bangsa.

Mereka berharap langkah ini bisa membuat para pengedar narkoba jera. "Memerangi narkoba di Indonesia adalah harga mati!" kata Andriyanto di Facebook BBC Indonesia.

6. Berapa banyak orang yang divonis mati di seluruh dunia?

Data Amnesty International mencatat setidaknya 2.466 orang di 55 negara telah dijatuhi mati pada 2014.

Angka ini meningkat 28% dibandingkan 2013, dengan catatan 1.925 orang divonis mati di 57 negara.

Kenaikan ini terjadi karena ada peningkatan vonis mati di Mesir (dari 109 orang pada 2013 menjadi 509 orang pada 2014) dan Nigeria (dari 141 orang pada 2013 menjadi 659 orang pada 2014).

Hukuman mati di dunia

2.466

orang dijatuhi hukuman mati di 55 negara pada 2014

  • 22 Negara di dunia melakukan eksekusi mati.

  • 99 Negara telah menghapus total hukuman mati untuk semua kejahatan, per Maret 2015.

Berita terkait