Hadiah Sastra Arab bagi novelis Tunisia

Hak atas foto mabrouk
Image caption Novel karya Shukri Mabkhout ini terinspirasi oleh Musim Semi Arab yang bermula di Tunisia.

Seorang penulis Tunisia yang terinspirasi menulis novel pertamanya setelah peristiwa Musim Semi Arab (Arab Spring, kebangkitan dunia Arab) memenangkan Hadiah Sastra Arab, penghargaan tertinggi bagi penulis fiksi berbahasa Arab.

Novel berjudul Orang Italia oleh Shukri Mabkhout merupakan pemenang penghargaan internasional untuk karya fiksi Arab, International Prize for Arabic Fiction (IPAF), yang diberikan untuk ke-delapan kalinya.

Para juri mengatakan bahwa novel tersebut “menakjubkan”, “sebuah karya seni unggul”, dan merupakan “kontribusi penting bagi sastra fiksi Tunisia dan Arab”.

Mabkhout mendapat hadiah sebesar US$ 50.000 (Rp 650juta) dan jaminan untuk diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Orang Italia merupakan catatan mengenai periode penting dalam sejarah politik Tunisia, dengan menceritakan kisah Abdel Nasseryang dijuluki "Orang Italia" karena ketampanannya.

Yasir Suleiman, ketua dewan IPAF, mengatakan bahwa Mabkhout merupakan “ahli suspens”.

Buku Mabkhout, katanya, "memaku pembaca, membawa mereka untuk mengikuti perjalanan para tokoh yang penuh liku”.

Dia menambahkan bahwa karya Mabkhout itu merupakan jawaban terhadap "kritik yang mengatakan bahasa Arab adalah metode ekspresi yang terlalu formal dan kuno dan tak sesuai dengan dunia modern".

Sebanyak 180 judul dari 15 negara bertanding untuk penghargaan itu, yang secara tidak resmi dikenal sebagai hadiah Booker prize dunia Arab.

Lima finalis lainnya masing-masing akan menerima $ 10,000 (Rp 130 juta).

Sejak tahun 2008, karya pemenang dan finalis penghargaan IPAF telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 20 bahasa.

Berita terkait