Mencari penganan buka puasa di ibu kota Myanmar

Image caption Walaupun Islam adalah agama minoritas di Myanmar, suasana Ramadan sangat terasa di wilayah Mingalar Taung Nyunt Township, di Kota Yangon.

Bulan Ramadan di Myanmar tak berbeda dengan hari-hari biasa karena umat muslim merupakan kelompok minoritas di negara ini.

Data resmi menyebutkan jumlah pemeluk agama Islam di Myanmar mencapai sekitar 4% dari total populasi yang berjumlah lebih dari 51 juta orang.

Meski demikian, sejumlah perkiraan menyebutkan jumlah yang lebih besar yaitu 10%-15% dari keseluruhan penduduk.

Image caption Beragam penganan sampai makanan berat pun dijual mulai dari kurma, samosa, kue lapis, roti, pudding, daging sapi dan ayam goreng, dan yang paling banyak diminati untuk berbuka puasa adalah sup kacang lentil atau Ben Hin.

Suasana yang agak berbeda hanya tampak di masjid-masjid di Yangon. Di ibu kota Myanmar itu, sejumlah masjid sengaja menambah waktu khotbah setelah salat dzuhur dan ashar.

Tetapi di wilayah yang mayoritas berpenduduk muslim, seperti di Mingalar Taung Nyunt Township atau setingkat kecamatan, nuansa Ramadan sangat terasa.

Image caption Seperti di Indonesia, terdapat pasar dadakan yang menyediakan berbagai makanan untuk berbuka puasa. Ratusan pedagang kaki lima mendirikan tenda di sekitar masjid dan pasar tradisional.

Seperti di Indonesia, terdapat pasar dadakan yang menyediakan berbagai makanan untuk berbuka puasa. Ratusan pedagang kaki lima mendirikan tenda di sekitar masjid dan pasar tradisional.

Kurma, samosa, sup kacang lentil

Beragam kudapan sampai makanan berat pun dijual mulai dari kurma, samosa, kue lapis, roti, puding, daging sapi dan ayam goreng. Adapun yang paling banyak diminati untuk berbuka puasa adalah sup kacang lentil atau Ben Hin.

Image caption Pasar kaget di kota Yangon, Myanmar ini biasanya buka pukul 3 sore, sampai menjelang waktu magrib.
Image caption Salah seorang pembeli, Mohammad, mengatakan menyukai sup kacang lentil karena cocok dikonsumsi saat berbuka.

Salah seorang pembeli, Mohammad, mengatakan menyukai sup kacang lentil karena cocok dikonsumsi saat berbuka.

“Sup ini terasa hangat di perut karena dimasak dengan beragam rempah, sangat enak” jelas dia.

Mohammad tampak membeli dua bungkus sup untuk persiapan berbuka.

Image caption “Sup (kacang Lentil) ini terasa hangat di perut karena dimasak dengan beragam rempah, sangat enak” jelas seorang pembeli.

Pasar kaget ini biasanya buka pukul 15.00 sampai menjelang waktu maghrib.

Di tempat ini, adzan dapat terdengar melalui pengeras suara dari masjid. Tetapi di wilayah lain di Yangon, suara adzan terdengar di lokasi yang sangat terbatas, yaitu hanya di lingkungan sekitar masjid.

Berita terkait