Banteng telah 'bunuh' tujuh orang di Spanyol

Grazalema Hak atas foto AFP
Image caption Korban tewas adalah bagian dari festival banteng seperti misalnya yang dilakukan di Grazalema ini.

Banteng telah membunuh sebanyak tujuh orang -empat orang diantaranya akhir pekan kemarin- dalam beberapa festival di Spanyol sejak awal Juli tahun ini.

Kematian ini terjadi dalam festival yang membiarkan banteng berlarian mengejar orang-orang di jalan, bukan di dalam arena adu banteng.

Angka kematian ini tidak biasa terjadi dalam rentang waktu yang singkat.

Diantara para korban adalah seorang anggota dewan Penafiel, sebuah kota dekat Valladolid, di sebelah utara Madrid.

Hak atas foto epa
Image caption Pekan lalu (10/08) petarung banteng Francisco Rivera Ordonez terluka parah oleh banteng.

Seorang lagi adalah remaja berumur 18 tahun yang tewas ditanduk di perutnya di Lerin, Navarra.

Kematian-kematian lain terjadi pada festival banteng di Valencia, Murcia, Toledo, Castellon dan Alicante.

Tahun lalu, sebanyak 7.200 banteng dan tewas di tangan petarung banteng -atau matador- di seluruh Spanyol, menurut laporan website El Diario.

Sebanyak 2.000 pertarungan banteng -atau corridas- masih diadakan di Spantol setiap tahun, tetapi jumlahnya terus menurun.

Hak atas foto AFP
Image caption Festival banteng seperti ini banyak dilakukan di berbagai kota di Spanyol.

Pada tahun 2010, Catalonia menjadi wilayah kedua di Spanyol sesudah Kepulauan Canary yang melarang tradisi tersebut.

Para penentang tradisi ini mengatakan tarung banteng sebagai perbuatan kejam, tetapi banyak pihak yang menggemarinya termasuk Perdana Menteri Mariano Rajoy.

Sebuah undang-undang diloloskan tahun 2013 membela tarung banteng sebagai bagian dari warisan budaya nasional, dan menjadi tugas negara untuk "melestarikan dan mempromosikannya".

Menurut pengajar ekonomi Juan Medina dari University of Extremadura, tarung banteng menghasilkan pendapatan sebesar €282.4m (sekitar Rp4,3 triliun) di tahun 2013.

Berita terkait