Seniman Banksy membuka 'taman rekreasi' di Bristol

Dismaland Banksy
Image caption Karya Banksy dinilai sebagai 'tamparan' terhadap otoritas.

Seniman graffiti Banksy mengumumkan sebuah pameran berbentuk taman wisata di sebuah resor tepi laut yang sudah rusak di Weston-super-Mare, Somerset, Inggris.

Pameran yang dinamai "Dismaland" itu juga menampilkan karya seniman lain seperti Damien Hirst, Jenny Holzer dan Jimmy Cauty, bertempat di resor Tropicana selama lima pekan.

Hak atas foto PA
Image caption Dismaland ini disebut 'taman wisata keluarga yang tidak cocok untuk anak-anak'.

"Saya menyukai Tropicana ketika saya anak-anak, maka membuka kembali resor itu adalah kehormatan besar," kata Banksy.

Pameran ini adalah pertama kalinya di Inggris sesudah tahun 2009 ia berpameran dengan judul "Banksy v Bristol Museum" yang menarik banyak pengunjung.

Banksy menggambarkan pamerannya ini "taman wisata keluarga yang tak cocok untuk anak-anak".

Hak atas foto PA
Image caption Selama lima pekan, pengunjung bisa terpesona oleh paus pembunuh yang keluar dari toilet ini.

Ia berkata termotivasi berpameran di lokasi yang pernah "populer untuk liburan orang tak punya uang" sesudah mengintip dari celah pagar bulan Januari lalu.

Koresponden seni BBC David Sillito, menyatakan, "Dismaland mungkin nama resminya, tapi sesungguhnya itu adalah 'Banksyland'."

Pameran itu, menurut Sillito, "subversif, memiliki humor gelap dan menampat otoritas, dan tak heran kalau Banksy yang misterius itu jadi sangat populer".

Hak atas foto Getty
Image caption Dewan kota Somerset ikut merahasiakan proyek ini sebelum pembukaan.

Banyak karya yang dipajang di sini menghendaki "partisipasi pengunjung".

Sebelumnya, berkembang spekulasi apakah Banksy -yang menghindar publikasi itu- sedang merencanakan pameran ketika bentuk kastil dan patung yang terbuat dari truk minyak menyembul dari balik pagar.

Hak atas foto PA
Image caption Persoalan migran berperahu di Eropa juga ikut disindir oleh Banksy.

Kepada penduduk setempat, dikatakan bahwa sebuah perusahaan film Hollywood sedang mengambil gambar di sana.

Pemimpin dewan kota Somerset Utara Nigel Ashton mengatakan, "Kami bekerja dengan penyelenggara selama berbulan-bulan dan untuk alasan yang jelas, kami tetap menutup mulut mengenai kegiatan ini."

"Bahkan sebenarnya hanya empat orang saja dari seluruh dewan kota yang tahu apa yang sedang terjadi."

Berita terkait