Nenek penjual pangan di Rusia didukung internet

Penjual sarur di Rusia Hak atas foto AFP
Image caption Orang diminta selalu menyisakan recehan untuk para nenek penjual tanaman hasil halaman rumah mereka.

Sebuah kampanye untuk membantu para nenek di Rusia yang menjual tanaman pangan hasil halaman rumah sendiri mendapat dukungan meluas di internet.

Kelompok pegiat gerakan hijau, Rodovid, menyarankan masyarakat membeli produk tanaman pangan yang dijual para perempuan tua pensiunan di jalanan dengan menggunakan tagar #‏kupiubabki, yang artinya 'beli dari nenek'.

Situs internet Komsomolskaya Pravda melaporkan kampanye antara lain meminta agar orang selalu menyisakan recehan untuk para para perempuan tua penjual tanaman hasil halaman rumah mereka.

"Mari kita gunakan rubel (mata uang Rusia) kita untuk membantu mereka yang menanam pangan dengan tangan mereka sendiri," begitulah salah satu seruannya.

Di tengah krisis ekonomi yang dihadapi Rusia saat ini, banyak perempuan yang menjual tanaman pangan untuk menambah uang pensiun.

Hak atas foto Twiiter
Image caption Kampanye yang menggunakan tanda pagaar #‏kupiubabki ini mendapat banyak sambutan.

Ada yang sinis

Untuk mendukung kampanye itu, Rodovid, meminta para pendukung mereka memotret para nenek itu untuk dipajang di media sosial.

Dan masyarakat dunia maya menyambutnya dengan semangat. Satu foto di Facebook, contohnya, langsung mendapat 5.000 like dan disebar sampai 14.000 kali hanya dalam satu hari saja.

Banyak pembeli yang juga merasa puas dengan harganya yang murah sementara kualitas buah atau sayur bagus.

Seorang pembeli menulis kesannya di Facebook dengan gembira, "Satu keranjang penuh hanya 100 rubel... Saya beli buah dan berry dengan hati senang."

Bagaimanapun ada suara-suara sinis, yang mengatakan para nenek sebenarnya menjual tanaman yang mereka beli dari pasar.

Sementara ada juga yang melihatnya dari segi keseteraan jenis kelamin dengan satu orang bertanya, "Bagaimana dengan kakek?"

Berita terkait