#TrenSosial: Ketika kartunis ramai-ramai 'melawan kabut asap'

Hak atas foto KOMIK SI JUKI
Image caption Komik Si Juki yang beredar di Twiter dan Instagram.

Sejumlah kartunis dalam empat hari terakhir melakukan kampanye di media sosial dengan #masihmelawanasap untuk mempertanyakan solusi pemerintah menanggulangi kebakaran hutan.

Dhany Pramata, 23, kartunis yang tinggal di Pekanbaru, Riau mengatakan aksi ini awalnya dimulai di Instagram oleh komunitas kartunis dan komikus, Minggu (06/09), dan hingga kini sudah gunakan lebih dari 1.300 kali.

Tagar #masihmelawanasap kemudian juga beredar di Twitter, bersama dengan sejumlah tagar lain seperti #SaveRiau, #PrayForRiau, dan #melawanasap, yang totalnya sudah mencapai 10.000 kicauan.

"Kondisinya parah, dua bulan asap masih ada. Dua minggu terakhir lebih parah. Bau terbakar terasa di hidung, kepala jadi pusing, mata perih, sesak nafas bahkan di dalam rumah," katanya.

Hak atas foto KOMIKAZER

Dalam akun Facebook resminya, Presiden Joko Widodo mengklaim bahwa jumlah lahan yang terbakar tahun ini 1.000 hektar lebih sedikit, yaitu sekitar 7.000 hektar.

"Kebakaran hutan tidak bisa ditolerir lagi. Penyebab dan solusinya sudah diketahui. Perusahaan yang lakukan pembakaran harus dicabut izinnya, dan dipidanakan," katanya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, juga menegaskan akan mencabut izin 10 perusahaan yang terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, Riau, dan Sumatera Selatan.

Hak atas foto DHANY PRAMATA
Hak atas foto KYURI KOMIK

Namun, sebagai warga Riau, Dhany meragukan keseriusan pemerintah. "Ini sudah sekitar 18 tahunan terjadi. Perasaan dari dulu kebijakannya itu tetapi tahun depan tetap saja. Saya harap pemerintah bisa lebih tegas jangan pelakunya saja tapi orang yang di belakangnya juga," tuturnya.

Azer salah satu komikus yang juga terlibat dalam #masihmelawanasap berharap pemerintah segera menghentikan bencana kabut asap, mencari dan menindak penyebab dari pembakaran hutan tersebut.

"Saya melihat ada ironi antara ketua DPR yang sibuk mengurusi kampanye presiden negara lain sementara di negaranya sendiri ada bencana yang sedang terjadi," ujar Azer terkait tema komiknya.

Di media sosial, orang-orang juga menumpahkan kekesalan mereka dengan kehidupan yang penuh asap.

"30 minutes spent on the way home-office is like hell. Kayak ikan megap-megap dikeluarin dari air. #MelawanAsap#PrayForRiau #SaveRiau," tulis Miw melalui @miwwa.

Lainnya mengatakan, "udara segar yang mulai langka di tanah sumatera #MelawanAsap," kata Dio Ananda Perdana melalui @_dioananda.

Rida Efriani melalui Facebook BBC Indonesia menceritakan bahwa keluarganya sudah terkena gangguan pernafasan. "Saya sudah terkena ISPA. Keluarga juga. Sekarang kalau keluar rumah mata perih. Nafas cepat sesak. Seakan-akan sedang dibunuh secara perlahan."

"Sekolah diliburkan dua minggu, terkurung di rumah dan sudah hampir sebulan enggak buka jendela rumah. Bukan sekedar asap tapi abu juga, sungguh menyedihkan," kata Teresia Meliala.

Hak atas foto TOMODANTAMA

Kabut asap juga sudah mempengaruhi kualitas udara di Singapura dan Malaysia, menurut sejumlah laporan.

Namun belum ada keluhan resmi yang disampaikan negara tetangga, walau sejumlah meme dan ilustrasi muncul di media sosial mengkritik kabut asap Indonesia.

Sebuah unggahan Facebook bahkan telah dibagikan lebih dari 1.800 kali. "Ever year same problem," kata Jacky Tay.

Berita terkait