Tiga anak badak baru tertangkap kamera di Ujung Kulon

Hak atas foto TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Tiga anak badak jawa baru -- dua jantan dan satu betina-- berhasil tertangkap kamera di Balai Taman Nasional Ujung Kulon dalam periode April hingga Juli 2015.

Mereka dilahirkan oleh ibu yang berbeda dan "tampak sehat".

Ini merupakan sebuah keberhasilan tersendiri, karena sepanjang 2014 lalu, hanya seekor anak badak yang tertangkap kamera.

Penemuan ini menambah jumlah populasi badak jawa dari 57 menjadi 60 -- semuanya hidup di Ujung Kulon.

"Ini adalah berita yang menggembirakan," Widodo Ramono, kepala konservasi Indonesian Rhino Foundation, kepada AFP. "Kini kita harus memastikan perlindungannya."

Badak jawa, yang habitatnya di hutan-hutan Asia Tenggara, dulu pernah menjadi badak yang populasinya paling tersebar di antara jenis badak asia yang lain.

Tetapi kini hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon.

Spesies ini diburu karena culanya yang dipercaya bisa digunakan sebagai obat, terutama di negara seperti Cina dan Vietnam.

Hak atas foto GETTY IMAGES
Image caption Petugas Taman Nasional Ujung Kulon memegang cetakan jejak kaki badak.

Selengkapnya tentang badak jawa:

  • Nama latin: Rhinoceros sondaicus.
  • Dikategorikan sebagai hewan yang sangat terancam punah.
  • Memiliki berat antara 900kg - 2.300kg dan tinggi 1,5m - 1,7m.
  • Badak jantan memiliki satu cula dengan panjang 25 sentimeter.
  • Badak betina mencapai kesuburan pada tahun kelima hingga ketujuh dan melahirkan satu anak tiap tiga tahun.

(Sumber: IUCN/IRF)

Berita terkait