Ditolak, permintaan cerai pria Korsel yang selingkuh

Perkawinan Hak atas foto Getty
Image caption Disebutkan bahwa perempuan menjadi 'rentan' jika suami yang tidak setia diizinkan bercerai tanpa alasan.

Mahkamah Agung Korea Selatan menolak permintaan cerai seorang pria yang berselingkuh dari istrinya yang sudah hidup berpisah.

Keputusan ini dilihat sebagai hal penting karena para hakim berpendapat istri pria tersebut harus mendapat perlindungan dari kesulitan keuangan.

Dari 13 hakim agung, tujuh berpendapat 'pasangan yang bertanggung jawab atas gagalnya perkawinan tidak bisa mengajukan perceraian'.

Dalam keputusannnya, disebutkan pula bahwa perempuan akan menjadi 'rentan' jika suami mereka yang tidak setia diizinkan bercerai tanpa alasan yang kuat.

Pria yang meminta cerai itu meninggalkan istrinya 15 tahun lalu untuk berhubungan dengan perempuan lain dan sudah memiliki seorang anak.

Pengacaranya mengatakan perkawinan tersebut sudah tidak bisa dipulihkan lagi dan dia memiliki hak untuk meminta cerai walau tidak disetujui istrinya.

Korea Selatan sudah mencabut undang-undang yang melarang perselingkuhan pada Februari 2015 dan beberapa orang mendesak agar ditempuh perubahan atas UU Perceraian.

Namun beberapa pihak mengecam pencabutan hukum perselingkuhan karena dianggap akan mendorong perselingkuhan dan mengancam keutuhan keluarga.

Berita terkait