Shell menghentikan kegiatan di Kutub Utara

Hak atas foto AP
Image caption Kelompok lingkungan sudah menentang pengeboran minyak di lepas pantai Arktik.

Royal Dutch Shell telah menghentikan eksplorasi gas dan minyak bumi lepas pantai Alaska setelah hasil 'mengecewakan' dari sumur utama di Laut Chukchi.

Lewat sebuah pengumuman mengejutkan, perusahaan mengatakan akan mengakhiri eksplorasi di Alaska 'sepanjang yang mereka ketahui'.

Shell mengatakan tak menemukan minyak bumi dan gas dalam jumlah yang mencukupi di sumur Burger J untuk mengeksplorasi lebih jauh.

Perusahaan tersebut sudah menghabiskan sekitar US$7 miliar atau lebih dari Rp100 triliun untuk pengembangan di Arktik atau Kutub Utara, terutama laut Chukchi dan Beaufort.

"Shell terus melihat potensi eksplorasi di cekungan, dan kawasan tersebut bisa memiliki kepentingan strategis untuk Alaska dan Amerika Serikat," kata Marvin Odum, Presiden Shell USA.

"Meski begitu, ini jelas-jelas hasil eksplorasi yang mengecewakan untuk bagian cekungan di sini."

Kelompok lingkungan menentang pengeboran lepas pantai di Kutub Utara mengatakan bahwa aktivitas industri dan gas rumah kaca akan berbahaya bagi beruang kutub, walrus, dan anjing laut es.

Sepanjang musim panas, dengan menggunakan perahu kayak, kelompok para pengunjuk rasa gagal menghambat kapal-kapal Shell yang menuju Arktik di Seattle dan Portland, Oregon.

Berita terkait