Nobel kedokteran untuk penyakit parasit

malaria Hak atas foto science photo library
Image caption Sel darah merah yang terinfeksi parasit malaria Plasmodium sp.

Penghargaan Nobel untuk fisiologi atau kedokteran diberikan kepada dua terobosan dalam pekerjaan terkait penyakit yang diakibatkan parasit.

William C Campbell dan Satoshi Omura mengembangkan obat baru untuk mengatasi infeksi yang disebabkan parasit cacing gelang.

Kedua berbagi Nobel dengan Youyou Tu, yang dianggap berjasa dengan temuannya terkait terapi mengatasi malaria, lapor wartawan BBC Michelle Roberts.

Dewan Nobel menyatakan upaya ketiganya telah mengubah kehidupan ratusan juta orang yang terkena penyakit-penyakit ini.

Penyakit malaria yang disebarkan nyamuk telah membunuh lebih 450.000 orang setiap tahun di dunia dan miliaran lainnya berisiko terkena infeksinya.

Cacing parasit mempengaruhi sepertiga penduduk dunia dan menyebabkan sejumlah penyakit, termasuk jenis kebutaan River Blindness dan Lymphatic Filariasis atau atau cacing dalam sistem limpa.

Setelah selama puluhan tahun dengan kemajuan yang terbatas, penuemuan dua obat baru -Avermectin untuk River Blindness dan Lymphatic Filariasis, serta Artemisinin untuk malaria- dipandang telah menyebabkan perubahaan besar.

Berita terkait