#TrenSosial : Ratusan tawon yang hanya ada di Indonesia

megaphrama Hak atas foto Andrew Polaszek
Image caption Lebah Megaphrama di bawah mikroskop

Seorang peneliti di museum Natural History, London, yang melakukan penelitian tentang serangga di Kalimantan dan Jawa dalam empat tahun terakhir, mengatakan terdapat ratusan tawon yang hanya dapat ditemukan di Indonesia.

Andrew Polaszek saat ini tengah meneliti serangga yang ia kumpulkan baru-baru ini dari penelitian di Gunung Halimun, Jawa Barat.

Penelitian ini melibatkan 30 ilmuwan dari Inggris, Indonesia, Jerman, dan Norwegia untuk menemukan spesies baru yang ada di Gunung Halimun.

"Setidaknya ada ratusan spesies tawon yang hanya ada di Indonesia. Jumlah tersebut tentu masih bisa bertambah," kata Polaszek dan menambahkan bahwa di Papua terdapat spesies yang hanya ditemukan di satu bukit tertentu.

Ratusan tawon ini ditemukan oleh banyak peneliti, termasuk Polaszek.

Profesor Polaszek dan rekan-rekannya melakukan riset tentang keanekaragaman hayati yang masih belum diteliti di Indonesia.

Hak atas foto Andrew Polaszek
Image caption Profesor Andrew Polaszek bersama peneliti dari Indonesia

Untuk Polaszek sendiri, fokusnya adalah tawon dengan ukuran mikro.

"Penelitian ini baru dimulai tahun ini dan baru akan selesai empat tahun lagi," kata Polaszek.

Manfaat penelitian ini untuk menemukan spesies tersembunyi di Indonesia sebagai "pusat keanekaragaman hayati" di dunia.

"Menjaga keajaiban hutan dan alam sangat penting untuk Indonesia dan dunia," tambahnya.

Image caption Meneliti serangga Megaphrama melalui mikroskop

Sekitar 10.000 spesimen dalam dua minggu

Dari semua tawon yang ada di Indonesia, favorit profesor lulusan Imperial College London ini adalah tawon berukuran mikro bernama Megaphrama.

Ia mengatakan tawon yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop ini memiliki manfaat sebagai pembasmi hama parasit di kebun teh.

Image caption Komentar di Facebook BBC Indonesia tentang penelitian serangga Polaszek penelitian Andy

Dalam ekspedisi bulan September lalu, Polaszek mengatakan ia telah mengumpulkan sekitar 10.000 spesimen dalam dua minggu

"Saya bersemangat untuk segera menganalisis temuan lapangan ini di laboratorium," tambahnya.

Maret mendatang, profesor penggemar rendang ini berencana kembali ke Indonesia dan melakukan penelitian lebih jauh dan berharap bisa menemukan spesies baru.

Sejumlah komentar tentang penelitian serangga Polaszek melalui segmen #KabarDariInggris di Facebook BBC Indonesia, termasuk dari Anggra Rika yang menulis "Hebatnya orang luar, serangga saja diteliti sampai sedetilnya dan itu juga bisa dijadikan ajang lapangan pekerjaan."

Berita terkait