Surat terbuka meminta Obama dan Jokowi bahas kabut asap di AS

Hak atas foto Bjorn Vaughn

#TrenSosial: Sebuah surat terbuka, yang ditujukan untuk Presiden Barack Obama, meminta presiden AS itu untuk membahas masalah kabut asap dalam pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo.

Surat yang diunggah di Facebook itu dibuat oleh warga Amerika Serikat, Steve Patriarco yang kerap mengunjungi Kalimantan dan Sumatra yang dilanda kabut asap.

Dia bekerja di Indonesia sebagai penasihat bisnis dan lingkungan yang berusaha untuk menerapkan bisnis berkelanjutan di banyak perusahaan kelapa sawit.

Jokowi dalam lawatan hari keduanya di AS dijadwalkan akan bertemu dengan Obama di Gedung Putih, Washington DC, Senin (26/10) siang waktu setempat.

Tidak ada pernyataan spesifik yang menyebut pertemuan mereka akan membahas kabut asap, tetapi tim komunikasi presiden dalam rilisnya mengatakan ada beberapa isu yang menjadi topik, termasuk investasi, perdagangan, ekonomi kreatif, demokrasi, perubahan iklim dan isu-isu internasional.

Hak atas foto FACEBOOK
Image caption "Saya mendesak Anda untuk melakukan apa yang bisa Anda lakukan untuk melakukan perubahan," kata Steve dalam surat terbukanya.

Obama aktif di media sosial

"Saya menulis untuk Obama karena dia adalah pemimpin yang aktif di media sosial dan pernah menanggapi isu-isu sosial di Facebook dan Twitternya. Dia pernah tinggal di Indonesia sejak kecil, jadi seharusnya membantu untuk mengatasi kabut asap," kata Steve kepada BBC Indonesia.

"Saya yakin dia akan peduli dan akan membicarakannya, masalah ini tidak mungkin diabaikan. Tetapi ada perbedaan besar antara 'berbicara' dan 'melakukan tindakan'. Dan, saat ini masyarakat Indonesia butuh tindakan untuk mengatasi krisis."

Steve mengatakan bahwa Indonesia kini membutuhkan bantuan internasional karena "tidak bisa mengatasinya sendiri."

"Saya mendesak Anda untuk melakukan apapun dalam kewenanganmu untuk berbuat sesuatu bagi kesehatan rakyat Indonesia, Singapura, dan Malaysia dan mempertahankan hutan untuk generasi saat ini dan yang akan datang," tulis Steve.

Hak atas foto Paul Daley
Image caption Steve Patriarco sering berkunjung ke Kalimantan Barat.

Selain surat terbuka, banyak pengguna media sosial yang menyuarakan kritik dan pendapatnya, antara lain dengan menggunakan tagar #melawanasap dan #masihmelawanasap. Sejumlah aktivis lokal juga melakukan aksi turun ke lapangan dengan pengumpulan koin dan unjuk rasa. Namun, masalah kabut asap tak kunjung tuntas.

"Saya mengerti banyak yang merasa putus asa (melihat masalah ini), tetapi kita juga punya tanggung jawab untuk tidak menyerah. Kalau kita menyerah situasi kita tidak akan berubah."

"Jika kita berhenti bersuara, pemerintah tidak akan merespons, sebagian perusahaan tidak akan merespons, sebagian LSM tidak akan merespons. Ini tanggung jawab bersama untuk tetap bersuara dan tidak menyerah untuk generasi masa depan."

Berita terkait