Kota kecil dipertaruhkan dalam pemilu Myanmar

Hinthada Hak atas foto Andre Malerba
Image caption Sungai Irrawaddy berperan penting dalam kehidupan warga Hinthada.

Sebuah kota kecil di Myanmar, Hinthada, menjadi tempat yang bermakna penting dalam pemilihan umum Myanmar.

Sungai Irrawaddy yang berkelok-kelok di tengah sawah berwarna kuning mencerminkan kehidupan yang berjalan lamban di kampung-kampung sekitar Hinthada, seperti dilaporkan wartawan BBC, Jonathan Head.

Dan perubahan politik yang ditempuh pemerintah dukungan militer sejak lima tahun lalu hanya terasa di Yangon, sedangkan kehidupan warga yang mengandalkan kehidupan dari lahan pertanian belum mengalami transformasi.

Walau mungkin terlupakan dalam kehidupan nasional Myanmar, Hinthada menjadi terasa agak penting karena salah seorang putra daerahnya, U Htay Oo.

Hak atas foto Andre Malerba
Image caption Dalam pemilihan umum 2010, USDP meraih 80% suara namun NLD memboikot pemilu.

Pensiunan jenderal ini pernah menjadi 'teman dekat' pemimpin junta militer Than Shwe, dan sejak bulan Agustus, Htay Oo menjabat ketua umum partai yang berkuasa, USDP.

Sebelum menjadi ketua partai USDP, Htay Oo sebenarnya tidak banyak dikenal di panggung politik nasional.

Tapi di balik ketenarannya saat ini, dia juga punya tugas berat untuk bisa menang dalam pemilihan umum Minggu mendatang (08/04), yang disebut sebagai pemilu terbuka pertama Myanmar dalam waktu 25 tahun terakhir.

Dalam pemilu 2010 lalu dia menang dengan suara mutlak, meraih 80% suara, namun saat itu kubu oposisi Liga Nasional Demokrasi, NLD -pimpinan Aung San Suu Kyi- memboikot pemilu tersebut.

Kini diperkirakan bahwa NLD akan meraih kemenangan walau Suu Kyi tidak bisa menjadi presiden karena dilarang oleh konstitusi.

Hak atas foto Andre Malerba
Image caption Terasa 'kurang pas' jika ketua umum partai kalah dalam pemilihan di kampungnya.

Itu artinya Htay Oo punya tugas yang berat karena tentu akan 'kurang pas' jika ketua umum partai tidak terpilih sebagai anggota parlemen dari daerah pemilihannya.

Sejak dalam perjalanan mendekati Hinthada saja sudah banyak terlihat bendera NLD, yang berwarna merah dengan burung merak emas dan bintang putih, dengan foto Suu Kyi.

Di sebuah toko pakaian terlihat dua foto Suu Kyi, sementara pemiliknya, Myint Thein, bersama istri dan para karyawannya dengan bangga mengenakan baju dengan warna merah NLD.

Dan Myint Thein mengungkapkan sejumlah keluhan atas pemerintah lokal.

"Mereka menawarkan kami perubahan yang palsu. Di sini di kawasan pedesaan kami bisa melihat semua kemajuan yang mereka bicarakan adalah palsu, rakyat menghadapi kemiskinan nyata dan lapangan kerja yang terbatas."

Hak atas foto Andre Malerba
Image caption Ada pendukung NLD yang tidak mengetahui calon dari wilayahnya namun 'memilih Aung San Suu Kyi'.

Sepanjang perjalanan di pusat kota dan berbicara dengan para pemilik toko, wartawan BBC, Jonathan Head, hanya menemukan seorang yang mengaku akan memilih Partai USDP.

Ada satu bengkel besi di kota ini, milik keluarga yang beragama Islam. Kekhawatiran terbesar mereka adalah pawai yang akan digelar gerakan nasionalis Buddha, Ma Ba Tha, pada akhir pekan menjelang pemungutan suara.

Pawai itu, menurut U Maung Maung Win, akan berkampanye untuk pembatasan atas kehidupan umat Islam di Myanmar, yang jumlahnya sekitar 5% dari total penduduk.

Dia menegaskan akan memilih NLD karena dia percaya pada 'Daw Suu', begitulah panggilan hormat untuk Aung San Suu Kyi.

Tidak ada yang menyebutkan nama calon NLD dari wilayah pemilihan Hinthada dan beberapa malah sama sekali tidak tahu calon itu adalah seorang guru, Khin Maung Yee.

Hak atas foto Andre Malerba
Image caption Ada pendapat perubahan yang ditempuh di Myanmar adalah 'perubahan palsu'.

Tapi memang agaknya pemilihan umum ini bukan tentang para anggota parlemen atau kebijakan NLD, tapi 'memilih Aung San Suu Kyi'.

Program, atau mungkin lebih tepatnya pesan NLD, adalah harapan dan perubahan dengan tidak banyak rinciannya.

Di kantor USDP, para pejabat partai menyiapkan agar kunjungan ketua partai ke kawasan pedesaan tidak terusik dengan kemeriahan aksi para pendukung NLD.

"Mereka seperti burung gagak, selalu membuat keributan. Kami seperti merpati. Kami berupaya tidak mengganggu orang," tutur seorang petugas partai USDP.

Image caption Sebagian besar penduduk Hinthada hidup dari pertanian.

Htay Oo sendiri mengakui bahwa NLD amat dikenal oleh rakyat Myanmar.

"Namun orang sebaiknya memilih USDP karena semua calon partai memiliki catatan baik dalam membangun negeri," tuturnya dalam wawancara dengan Jonathan Head.

Tidak ada catatan bahwa pemungutan suara berlangsung dengan jujur dan adil di Hinthada, juga tidak ada jajak pendapat, jadi tidak bisa diperkirakan pilihan warga Hinthada.

Walau ada beberapa partai lain yang ikut pemilihan umum, jelas rasanya persaingan terpusat antara USDP dan NLD, dan apakah pemilih akan melakukan yang dianjurkan pemerintah atau mereka akan mengambil peluang untuk mendukung NLD, yang belum teruji.

Berita terkait