Jepang lanjutkan perburuan paus di Antartika

Ikan paus
Image caption Sejumlah pendukung berpendapat bahwa menentang penangkapan ikan paus bertentangan dengan norma-norma budaya mereka sendiri di Jepang.

Jepang mengatakan bahwa kapal penangkap paus akan berlayar tanggal 1 Desember mendatang ke Antartika, meski undang-undang PBB memutuskan bahwa "kapal penelitian" itu sebenarnya dipakai untuk kepentingan komersial.

Sebuah pernyataan yang dibuat dalam situs Badan perikanan Jepang mengatakan perburuan paus akan berlangsung dari akhir Desember sampai Maret tahun depan.

Jepang telah menghentikan aktivitas penangkapan paus selama satu tahun, tapi pekan lalu negara itu mengumumkan akan segera melanjutkan kembali kegiatan tersebut.

Selama bertahun-tahun sejumlah pegiat menentang Jepang dalam melakukan perburuan paus dan menyebutnya sebagai aksi yang tidak manusiawi.

Pada tahun 2014, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa program penangkapan paus oleh Jepang tidak memenuhi syarat ilmiah dan harus dihentikan.

Jepang tetap mengirim kapal pemburu paus ke wilayah perairan pada tahun lalu, namun karena menghormati putusan, kapal-kapal itu kembali tanpa membawa hasil tangkapan.

Memangkas jumlah tangkapan

Pemerintah Jepang mengatakan program baru perburuan paus ini mempertimbangkan keputusan Mahkamah Internasional, mereka memangkas jumlah tangkapan paus dua pertiga per tahunnya menjadi 333 ekor.

Selain itu, mereka juga akan melakukan penelitian yang tidak mematikan, berupa pengamatan dan pengumpulan sampel biopsi.

Sebanyak empat kapal akan dilibatkan dalam perburuan paus tersebut, termasuk kapal induk Nisshin Maru berbobot 8.000 ton.

Image caption Empat orang kapten dan 160 awak kapal akan dilibatkan dalam perburuan ikan paus ini.
Image caption Jepang adalah salah satu dari beberapa negara yang melakukan praktek perburuan ikan paus, termasuk diantaranya Islandia tempat di mana ikan-ikan ini ditangkap.
Image caption Kapal yang mengangkut sejumlah pegiat anti-perburuan paus berupaya menghentikan kegiatan penangkapan ikan paus dengan cara membenturkan kapal.

Pengumuman Jepang yang akan melanjutkan perburuan paus ini membuat cemas para pegiat lingkungan dan sejumlah pemerintah yang menentang perburuan.

"Kami tidak menerima cara apapun, bentuk atau konsep membunuh paus yang disebut dengan 'penelitian ilmiah'," kata Menteri Lingkungan Hidup Australia Greg Hunt.

Pada tahun 1982, Komisi Penangkapan Paus Internasional menyepakati sebuah moratorium - atau jeda- dalam penangkapan paus komersial dari tahun 1985/1986.

Kapan perburuan ikan paus disahkan?

Keberatan: Negara yang keberatan dengan moratorium Komisi Penangkapan Paus Internasional (IWC) moratorium. Contoh: Norwegia

Ilmiah: Sebuah negara mengeluarkan "izin ilmiah"secara sepihak; setiap negara anggota IWC bisa melakukan hal ini. Contoh: Jepang

Kelompok Adat (penghidupan suku Aborigin): IWC mengijinkan kelompok adat berburu paus untuk kepentingan mencari nafkah. Contoh: Alaska Inupiat

Jepang tidak merahasiakan fakta bahwa banyak daging paus yang dihasilkan dari sebuah kegigihan penelitian ilmiah, dijual di sejumlah supermarket dan restoran, serta dibagikan untuk awak kapal dan orang-orang lain yang terkait dengan perburuan tersebut.

Penjualan hasil olahan daging paus berdasarkan penelitian ilmiah diijinkan oleh undang-undang internasional, tetapi skala penjualan dalam kaitannya dengan bukti ilmiah yang dihasilkan, dipandang sebagai bukti perburuan yang sesungguhnya.

Kebanyakan orang Jepang tidak menyantap produk daging paus, beberapa diantaranya merasa tidak nyaman dengan cara penangkapan paus ini.

Tapi banyak juga orang Jepang yang merasa bahwa hal itu merupakan tradisi budaya yang penting.

Berita terkait