#TrenSosial: Mahasiswa Indonesia dalam proyek robot bedah Eropa

Ahmad Ataka Hak atas foto Ahmad Ataka
Image caption Ahmad Ataka sedang menempuh studi doktoral di King's College London

Seorang mahasiswa program doktoral Indonesia, Ahmad Ataka, merupakan satu-satunya mahasiswa Indonesia yang terlibat dalam sebuah proyek robot untuk bedah medis Eropa.

Ataka, 23 tahun, terlibat dalam proyek yang disebut STILL-FLOP yang bertujuan mendesain sistem robotika untuk keperluan bedah di bidang medis di King's College, London.

Image caption Ataka menggemari bidang robotika sejak kuliah di Universitas Gadjah Mada

"Proyek ini berada dalam program European Commission sehingga melibatkan banyak universitas dan lembaga riset dari seluruh Eropa. STIFF-FLOP melibatkan 12 institusi, termasuk di dalamnya juga para dokter bedah dari Universitas Torino, di bawah King's College London sebagai koordinator," kata Ataka dalam segmen #KabarDariInggris di Facebook BBC Indonesia.

"Tugas saya adalah mendesain suatu algoritma atau cara agar robot yang fleksibel dan lunak ini bisa bergerak secara otomatis untuk menghindari rintangan di sekitarnya menuju ke sasaran yang akan dituju, atau biasa dikenal sebagai motion planning."

Satu-satunya mahasiswa Indonesia

"Dengan adanya proses automasi gerakan robot ini, proses bedah diharapkan akan lebih mudah dan lebih aman karena robot tidak akan menyentuh organ tubuh di sekitarnya sebelum mencapai daerah bedah yang dituju," tambahnya.

"Sebagai satu-satunya orang Indonesia yang terlibat di dalamnya, termasuk menulis publikasi internasional sebanyak dan sebaik mungkin. Saya sadar bahwa (proyek) itu tidak mudah, tetapi saya yakin dalam 20 tahun ke depan, banyaknya ilmuwan dan peneliti Indonesia yang sudah makan asam garam dunia penelitian dan berkolaborasi dengan peneliti-peneliti dunia saat ini sehingga bisa mendatangkan manfaat untuk Indonesia," tambahnya.

Harapan ke depannya, kata Ataka adalah, "Indonesia bisa menjadi bangsa yang berdaulat secara teknologi, khususnya di bidang robotika.

"Sudah saatnya manfaat teknologi robotika dinikmati oleh rakyat Indonesia." ujar Ataka yang pernah meraih medali perak dalam Olimpiade Fisika Internasional ini.

Berita terkait