Ford menarik diri dari Indonesia dan Jepang

Ford Hak atas foto Reuters
Image caption Mobil dan truk Ford hanya laku 6.100 unit di Indonesia pada 2015.

Perusahaan otomotif Ford Motor menarik diri dari Jepang dan Indonesia dengan alasan kondisi pasar kedua negara membuatnya kesulitan untuk meningkatkan penjualan atau mempertahankan keuntungan.

"Jepang adalah negara dengan ekonomi paling tertutup, paling berkembang secara mandiri, dengan jumlah merek-merek impor kurang dari 6% dari total pasar mobil baru tahunan Jepang," kata juru bicara Ford Motor, Neal McCarthy.

"Kesepakatan dagang Kemitraan Trans-Pasifik dalam bentuk yang sekarang tidak akan memperbaiki kemampuan Ford untuk bersaing di sana," tambahnya.

Jepang tercatat sebagai pasar otomotif terbesar ketiga di dunia, namun konsumen memilih mobil-mobil buatan Jepang. Tahun lalu Ford hanya mampu menjual 5.000 unit mobil.

Hak atas foto Getty
Image caption Ford tak mampu bersaing dengan mobil-mobil buatan dalam negeri di Jepang.

Ford juga mengumumkan akan menutup operasinya di Indonesia pada pertengahan tahun 2016. Perusahaan otomotif Amerika Serikat tersebut di Indonesia hanya menguasai sekitar 1% pangsa pasar. Pada 2015, penjualan mobil dan truk Ford di Indonesia hanya mencapai 6.100 unit.

Seluruh distributor di Indonesia akan ditutup dan impor mobil Ford juga akan dihentikan.

Disebutkan bahwa Ford sekarang akan memusatkan perhatian pada pasar di Cina yang mengalami penjualan mobil secara pesat.

Berita terkait