Malala peringatkan ketimpangan pendidikan pengungsi Suriah

Malala Hak atas foto Reuters
Image caption Malala ditembak di kepala oleh Taliban saat berkampanye untuk pendidikan anak-anak perempuan.

Pegiat pendidikan, Malala Yousufzai, mengatakan banyak yang harus dilakukan untuk mendidik jutaan pengungsi anak Suriah di negara tersebut dan negara-negara sekitarnya.

Hampir setengah dari sekitar empat juta anak yang terlantar di wilayah itu tidak bersekolah, menurut sebuah laporan baru yang dirilis Malala Fund.

Mereka berisiko menjadi "generasi yang hilang", Yousafzai memperingatkan.

Wartawan BBC Lyse Doucet diberikan akses eksklusif terhadap laporan tersebut menjelang rilis pada Jumat (29/01).

Yousufzai, yang ditembak milisi Taliban setelah berkampanye untuk pendidikan anak-anak perempuan di Pakistan, telah berkampanye untuk mengatasi kurangnya pendidikan para pengungsi Suriah.

Semakin banyak perempuan Suriah yang menjadi pengantin remaja, atau bekerja di peternakan dan pabrik-pabrik, lapor kepala koresponden internasional BBC tersebut dari ibu kota Yordania, Amman.

Alihkan dana?

Hak atas foto Getty
Image caption Pengungsi Suriah banyak yang memilih negara Eropa sebagai tempat tinggal baru mereka.

Menurut laporan oleh dana amal Yousafzai ini, pemberi donor hanya menyediakan 37% dari seluruh uang yang dibutuhkan untuk memasok sumber daya seperti tempat sekolah dan guru.

Dilaporkan US$1,4 miliar saat ini dibutuhkan dengan mendesak untuk mengatasi kesenjangan.

Yousufzai juga memperingatkan bahwa anak-anak tidak diberi pendidikan pada saat mereka mulai ingin menjadi calon dokter, guru, dan insinyur.

Laporan tersebut muncul menjelang Konferensi Suriah pekan depan di London, di mana para pemberi donor akan diminta untuk menjamin bahwa semua anak-anak pengungsi Suriah di wilayah tersebut harus bersekolah pada akhir tahun ajaran berikutnya.

Tetapi bahkan negara-negara Eropa Utara, yang telah memimpin pendanaan, menunjukkan bahwa mereka mungkin perlu untuk mengalihkan dana demi mendidik pengungsi Suriah yang tiba di negara mereka.

Menurut Yousufzai, negara-negara tetangga sudah banyak menanggung biaya untuk mendidik para pengungsi Suriah.

Berita terkait