Polisi Thailand tangkap manula pemain kartu

bridge Hak atas foto PA
Image caption Para manula ditangkap polisi Thailand karena menggunakan kartu yang terlalu banyak jumlahnya.

Sekelompok manula pemain bridge di kota peristirahatan Pattaya, Thailand tiba-tiba didatangi polisi pada hari Rabu (03/02).

Tiga puluh dua warga asing, termasuk dari Inggris, Swedia, Norwegia dan Australia, ditangkap dalam operasi untuk memberantas perjudian.

Mereka mengaku tidak menggunakan uang, tetapi mereka kemudian ditangkap karena menggunakan kartu yang terlalu banyak jumlahnya, kata sejumlah laporan.

Penguasa militer Thailand menegaskan akan mengatasi korupsi dan kejahatan.

Para pemain kartu dibebaskan dengan jaminan pada hari Kamis (04/02), setelah ditahan selama 12 jam.

Selain 12 warga Inggris, yang ditangkap adalah tiga warga Norwegia, tiga Swedia, dua Australia, seorang Jerman, seorang dari Denmark, Kanada dan Selandia Baru, lapor kantor berita AFP.

Seorang wanita Belanda berumur 84 tahun juga termasuk orang-orang yang ditangkap, lapor koran setempat Pattaya One.

Polisi mengatakan mereka menggerebek klub bridge setelah pusat anti korupsi menerima informasi.

Mereka dianggap melanggar hukum tahun 1935, Playing Cards Act, yang melarang warga memiliki lebih dari 120 kartu permainan, lapor Pattaya One.

Presiden Liga Bridge Thailand mengunjungi Pattaya untuk menjelaskan kepada polisi cara bermain bridge, tambah koran tersebut.

Thailand memiliki peraturan perjudian yang ketat, di mana hampir semua bentuk perjudian dilarang.

Berita terkait