Beatles sumbang Rp1,6 triliun pada ekonomi Liverpool

beatles Hak atas foto Reuters
Image caption Ada rencana unuk mengembangkan Beatles Homeland Quarter.

Warisan Beatles menyumbangkan hampir £82 juta atau sekitar Rp1,6 triliun kepada ekonomi Liverpool setiap tahun, demikian hasil penelitian terbaru.

Kelompok musik tersebut juga menunjang 2.335 pekerjaan di kota itu, sesuai laporan Dewan Kota Liverpool.

Professor Simeon Yates, penulis laporan, mengatakan kota tersebut perlu 'mempertahankan standar' untuk meningkatkan pariwisata.

Richard Kemp -yang juga mengawasi Penny Lane, yang menjadi terkenal karena lagu Beatles- meminta agar pariwisata 'menyebar' dari pusat kota.

Dia juga bertanggung jawab atas St Barnabas Church -tempat The Beatles biasanya pentas- Quarry Bank School -sekolahnya John Lennon- dan Dovedale School -tempat Lennon dan George Harrison belajar.

Penyebaran pariwisata, menurut Kemp, akan mengurangi pemusatan di kota.

Dia menambahkan daerah Allerton Road, tempat Lennon biasa bertemu Paul McCartney untuk mengejar bus ke pusat kota, masuk ke dalam rencana yang disebut sebagai Beatles Homeland Quarter.

Laporan tersebut menyebutkan ekonomi terkait Beatles tumbuh sebesar 15% per tahun dan lagu kelompok tersebut semakin populer di Brasil dan Cina selain penggemarnya selama ini di Eropa dan Amerika Serikat.

Berita terkait