Bos Google jadi eksekutif termahal di AS

Sundar Pichai Hak atas foto Reuters
Image caption Sundar Pichai bergabung dengan Google pada tahun 2004 dan memimpin beberapa proyek.

Pimpinan eksekutif Google, Sundar Pichai, mendapat imbalan sekitar Rp2,7 triliun dalam bentuk saham, seperti terungkap dalam laporan kepada otorita bursa saham Amerika Serikat.

Imbalan itu membuat dia menjadi pimpinan eksekutif termahal di Amerika Serikat.

Pichai memimpin raksasa mesin pencari internet itu setelah dibentuknya perusahaan induk Alphabet, yang pada awal Februari menjadi perusahaan yang paling bernilai di Amerika Serikat.

Pria berusia 43 tahun tersebut mendapat 273.328 saham pada tanggal 3 Februari senilai US$199 juta atau Rp2,7 triliun.

Dengan pemberian saham baru tersebut makan total nilai saham yang dimiliki Pichai mendekati hampir Rp9 triliun.

Adapun pendiri Google, Larry Page dan Serbey Brin, masing-masing memiliki kekayaan sebesar $34,6 miliar (Rp471 triliun) dan $33,9 miliar (Rp461) triliun, menurut majalah bisnis Forbes.

________________________________________________________

Sepuluh eksekutif 'termahal' tahun 2015

1. John Hammergren, perusahan farmasi McKesson: Rp1,7 triliun

2. Ralph Lauren, pendiri rumah mode Ralph Lauren: Rp908 miliar

3. Michael Fascitelli, investor real estate Vornado Realty: Rp877 miliar

4. Richard Kinder, prasarana energi Kinder Morgan: Rp829 miliar

5. David Cote, konglomerat Honeywell: Rp760 miliar

6. George Paz, layanan farmasi Express Scripts: Rp701 miliar

7. Jeffery H Boyd, situs perjalanan dan wisata Priceline.com: Rp683 miliar

8. Stephen Hemsley, perusahaan asuransi kesehatan UnitedHealth Group: Rp664 miliar

9. Clarence P Cazalot, Marathon Oil: Rp595 miliar

10. John C Martin, poerusahaan bioteknologi Gilead Sciences: Rp588 miliar

Sumber: Majalah Forbes. Angka mencakup pemberian saham pada tahun bersangkutan.

_______________________________________________________

Pichai bergabung dengan Google pada tahun 2004 dan memimpin beberapa proyek Google antara lain Google Chrome dan sistem operasi Chrome. Dia juga memimpin pengembangan Gmail dan Google Maps sebelum ditunjuk menjadi pimpinan puncak.

Berita tentang imbalan besar untuk Pichai dalam bentuk saham ini muncul setelah meningkatnya tekanan di Inggris untuk lebih mengawasi pajak yang dibayar Google.

Berita terkait