Soal 'pria seperti perempuan' di tayangan TV, KPI diprotes

koalisi KPI Hak atas foto KOALISI KPI
Image caption Audiensi berbagai kelompok masyarakat dengan KPI berlangsung di halaman, karena 'ruangan di dalam penuh'.

Berbagai kelompok masyarakat meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mencabut larangan bagi stasiun televisi terkait 'pria berpenampilan kewanitaan’ karena dianggap sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

Gabungan organisasi dan individu yang berpayung dalam singkatan yang sama, Koalisi Keberagaman Penyiaran Indonesia (KPI) menyebut, larangan itu menyiratkan bahwa tindakan keperempuanan adalah hal yang buruk.

Koalisi KPI yang mendatangi Gedung KPI di Jakarta Pusat, bertepatan pada Hari Nol Diskriminasi Internasional Selasa (01/03) untuk beraudiensi, hanya diterima di halaman, dengan alasan 'ruangan di dalam penuh'.

Tiga komisioner KPI menerima perwakilan Koalisi KPI dalam audiensi siang di bawah matahari itu adalah Rahmat Arifin, Fajar Arifianto Isnugroho, dan Aminuddin.

“KPI terlalu menggeneralisasi keberagaman identitas dan ekspresi gender dengan stereotip yang merendahkan perempuan,” kata anggota Koalisi KPI, Asep Komarudin, dalam audiensi itu.

Hak atas foto TWITTER
Image caption Apakah kartun juga akan disensor?

"Jika berdalih ingin menyelamatkan anak Indonesia dari dampak buruk media, seharusnya KPI mendorong media untuk memberikan tayangan yang mengedukasi anak untuk mengenal keberagaman identitas dan ekspresi gender secara komprehensif, sehingga mendapatkan pemahaman yang lengkap dan menumbuhkan empati, bukan malah menanamkan kebencian,” tegas Asep kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.

'Melindungi keberagaman'

Komisioner KPI, Rahmat Arifin, mengatakan justru surat edaran itu bermaksud melindungi keberagaman dalam tayangan televisi.

Betapapun, katanya, tentang permintaan agar KPI, mencabut surat edaran itu, "Kami akan membawanya dan membahasnya di rapat paripurna KPI."

Koalisi KPI terdiri dari 56 organisasi dan jaringan kerja dan 46 individu, antara lain Aliansi Jurnalis Independen, Asosiasi Aliansi Perempuan Indonesia untuk keadilan, Indonesian Conference for Religion and Peace, Kalyanamitra, Koalisi Perempuan Indonesia, Perkumpulan Masyarakat Peduli Media, Puska Gender dan Seksualitas UI, Sahabat untuk Informasi dan Komunikasi yang Adil, dan beberapa lagi.

Surat Edaran KPI soal penampilan 'lelaki keperempuan-perempuanan' merupakan bagian dari apa yang dinilai sebagai 'bangkitnya gelombang homofobia' di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan.

Hak atas foto Agus Widodo
Image caption Dalam tradisi kesenian Indonesia, penari lelaki berpakaian perempuan, sudah biasa.

Sebelumnya, KPI disorot pula terkait penyensoran perempuan berbaju tradisional, namun KPI membantah.

Selama beberapa waktu belakangan, sensor dan pembatasan banyak berlangsung di Indonesia.

Beberapa waktu lalu terjadi pembakaran terhadap sebuah patung di Purwakarta, disusul tekanan sejumlah kelompok masyarakat yang menuntut pembongkaran sembilan patung kota yang dituding sebagai berhala di Sidoarjo.

Beberapa waktu lalu, terjadi pula pembubaran accara Belok Kiri Festival di taman Ismail Marzuki dan di Gedung LBH, Jakarta.

Berita terkait