Perusahaan Israel di balik peretasan iPhone tersangka teroris

cellebrite Hak atas foto CELLEBRITE
Image caption Cellebrite mengakui bekerja bersama FBI namun tak memberikan rincian lebih jauh.

Sebuah perusahaan keamanan siber Israel berada dalam tekanan untuk mengungkapkan keterlibatannya dalam upaya FBI untuk membongkar data dari iPhone milik tersangka pelaku serangan teror San Bernardino.

Sebelumnya FBI menyatakan bahwa mereka mungkin telah menemukan cara untuk menerabas password iPhone milik Syed Rizwan Farook, tanpa bantuan Apple.

Sebuah surat kabar Israel melaporkan bahwa para pakar forensik data di perusahaan Cellebrite terlibat dalam kasus ini.

Cellebrite mengatakan kepada BBC bahwa perusahaan itu memang bekerja bersama FBI, namun tidak mengatakan lebih jauh.

Betapapun, situs perusahaan itu memapar, perangkat yang mereka miliki bisa mengekstrak dan mengurai data dari iPhone 5C -model yang dimiliki penyerang San Bernardino - dan beberapa model telepon genggam lain yang terkunci.

Apple sejauh ini menolak membantu FBI dalam kasus ini.

"Analisis, ekstraksi dan penguraian sistem file, bisa dilakukan terhadap perangkat yang dilindungi kode sederhana dan rumit," tulis situs Cellebrite.

"Kode akses yang sederhana bisa dipulihkan dalam proses ekstraksi fisik itu, dan memungkinkan akses pada email dan rantai-kuncinya."

"Jika perangkat dilindungi password yang rumit, ekstraksi fisik bisa dilakukan tanpa akses terhadap email dan rantai-kunci."

'Rantai kunci' atau keychain merujuk pada sesuatu dalam perangkat Apple yang memungkinkan akses-akses masuk pemiliki diungkapkan jika kata kunci atau password induk diketahui.

Menurut harian Israel Yedioth Ahronoth, perusahaan Cellebrite, anak perusahaan Sun Corp, Jepang, menanda-tangani kontrak forensik data dengan FBI pada 2013.

FBI meminta mengadilan untuk memerintahkan Apple menciptakan bvrsi khusus sistem oprasi iOS yang bisa mencegah penghapusan data setelah terlalu banyak upaya menyalakannya dengan kata kunci yang salah.

Tidak diketahui apakah Farook mengaktifkan sistem keamanan seperti itu, namun FBI mengaku tak mau mengambil risiko "kehilangan bukti yang terkait kelompok teroris yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan 14 warga Amerika."

Hak atas foto AFP Getty
Image caption Sebagian pengguna iPhone mendukung sikap Apple dengan alasan, keamanan privasi.

Sidang dengar pendapat dengan Apple yang dijadwalkan Selasa lalu ditunda atas permintaan Departemen Kehakiman AS.

Departemen Kehakiman memerintahkan Apple membantu FBI membuka iPhone milik pelaku penembakan San Bernardino Rizwan Farook.

Namun Apple menentang perintah tersebut, berdalih apa yang diminta pemerintah itu akan menciptakan 'preseden berbahaya'.

Rizwan Farook dan istrinya, Tashfeen Malik, membunuh 14 orang di San Bernardino, California, Desember lalu sebelum polisi menembak mati mereka.

Berita terkait